Bank Capital. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Menjelang akhir 2025, peta kepemilikan saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) mencatat dinamika menarik dengan masuknya investor global dari Singapura. Dalam keterbukaan informasi yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 30 Desember 2025, Bank of Singapore Limited secara resmi telah memborong 2,8 miliar saham BACA, setara 14,03 persen hak suara perusahaan.
Transaksi jumbo ini dilakukan pada 19 Desember 2025 melalui mekanisme Repurchase Agreement dan tercatat sebagai kepemilikan tidak langsung.
Nama GIA Ventures Pte Ltd muncul sebagai pemilik langsung saham yang diperoleh tersebut. Sebelum aksi korporasi ini, Bank of Singapore tidak tercatat memiliki saham BACA sama sekali.
Baca juga: Incar Segmen Pensiunan, Bank Capital Jalin Kerja Sama dengan Bank Sahabat Sampoerna
Dengan harga pelaksanaan pembelian sebesar Rp168 per saham, total transaksi diperkirakan mencapai Rp470,4 miliar.
Langkah strategis ini sekaligus menandai debut signifikan Bank of Singapore dalam kepemilikan saham salah satu bank domestik kecil-menengah di Indonesia.
Namun demikian, manajemen Bank of Singapore menegaskan bahwa kepemilikan tersebut tidak otomatis menjadikan pihaknya sebagai pengendali Bank Capital.
Pihak investor menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengambil alih posisi pengendali perusahaan dalam periode pelaporan ini.
Setelah transaksi saham tersebut, Bank Capital Indonesia tetap menjadi pengendali dengan 10,10 miliar lembar saham atau setara 50,66 persen. Perseroan pun menegaskan akan mempertahankan sebagai pengendali saham.
Baca juga: Bank Capital Indonesia Catat Laba Bersih Periode Berjalan Rp62,77 Miliar di Q3 2025
Masuknya Bank of Singapore sebagai pemegang saham besar dinilai sejumlah pengamat pasar sebagai sinyal positif bagi persepsi investor asing terhadap saham perbankan domestik yang lebih kecil, di tengah kondisi pasar global yang masih penuh ketidakpastian.
Sinyal ini bisa berkontribusi terhadap peningkatan likuiditas dan kepercayaan investor terhadap saham perbankan domestik di masa mendatang. (*)
Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More
Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More
Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More