Perbankan

Bank of China Sandang Predikat The Most Efficient Bank di Ajang Infobank Award 2025

Jakarta – Bank of China (Hong Kong) Limited atau Bank of China kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat “The Most Efficient Bank” dalam ajang Infobank Award 2025: Economy Mastery Forum 2025 yang digelar Majalah Infobank, di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025.

Pengakuan yang diberikan semakin memperkokoh langkahnya memperluas pasar di Indonesia di tengah persaingan industri perbankan yang kian kompetitif.

Bank of China sukses membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, yaitu The Most Efficient Foreign, The Most Profitable Foreign Bank, dan Yearly Excellent Performance Bank.

Baca juga: Pefindo Gandeng CCXI-Bank of China Genjot Investasi dan Pembiayaan di RI

Selama beroperasi di Indonesia Bank of China menunjukkan kinerja yang stabil dengan fokus pada pembiayaan sektor-sektor strategis. Seperti infrastruktur, perdagangan internasional, serta pendanaan korporasi berskala besar. Bank juga terus memperkuat sistem kepatuhan dan tata kelola sesuai regulasi domestik dan global.

Bank of China berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp1,64 triliun pada 2024, naik 24 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,32 triliun.

Melanjutkan pertumbuhan pada tahun lalu, Bank of China kembali mengantongi lonjakan laba yang cepat pada kuartal I/2025 hingga Rp413,89 miliar. Sedangkan laba operasional Bank of China tercatat mencapai Rp559,05 miliar.

Baca juga: Kinerja Cemerlang, Bank of China Sikat Dua Penghargaan Sekaligus

Pertumbuhan laba didongrak oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp2,92 triliun. Adapun, di sisi intermediasi, bank menyalurkan kredit Rp22,44 triliun, tumbuh 17 persen dari posisi sebelumnya Rp19,17 triliun. Penyaluran kredit semakin meningkat di kuartal I/2025 mencapai Rp28,5 triliun per, atau naik 16,69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp19,7 triliun.

Peningkatan pada post pendapatan diikuti keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan efisiensinya. Terpantau, beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) mampu ditekan hingga menjadi 49,90 persen pada 2024 dari yang sebelumnya 52,90 persen.

Masih di posisi Desember 2024, Bank tetap menunjukkan fundamental yang kokoh. Hal ini dapat diamati dari return on asset (ROA) bank sebesar 3,04 persen dan return on equity (ROE) sebesar 14,20 persen.

Dari sisi aset, total aset Bank of China mencatatkan Rp68,75 triliun. Aset kemudian naik kembali pada kuartal I/2025 hingga Rp75,5 triliun.

Bank juga mencatat loan to deposit ratio (LDR) sebesar 39,66 persen, meningkat dari 32,75 persen pada tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan peningkatan penyaluran kredit yang lebih agresif namun tetap terjaga. (*) Ranu Arasyki Lubis

Yulian Saputra

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

2 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

3 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

4 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

4 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

4 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

5 hours ago