Oman Sukmana; Menerima penghargaan Indonesia Original Brand 2015. (Foto: Istimewa).
Bank Muamalat dinilai sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang menggunakan metode syariah untuk berbagai produk perbankan. Apriyani Kurniasih.
Jakarta–Bank Muamalat Indonesia (Bank Muamalat) kembali memperoleh penghargaan The #1 Champions Indonesia Original Brands 2015 kategori Bank Syariah di Indonesia. Bank Muamalat memperoleh index Satisfaction 7.54, Loyalty 7.57, Advocacy 7.13, dan Local Brand Competitive Level 7.40.
“Penghargaan ini sekaligus menjadi pemacu bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi nasabah melalui pengembangan dan inovasi di berbagi produk serta pelayanan yang prima. Dengan diperolehnya penghargaan ini, Bank Muamalat yakin bahwa produk perbankan syariah kami sangat diminati oleh nasabah,” ujar Presiden Direktur Bank Muamalat, Endy Abdurrahman.
Endy Abdurrahman menambahkan, penghargaan ini merupakan salah satu bukti eksistensi dan konsistensi Bank Muamalat dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada seluruh nasabah di Indonesia.
Indonesia Original Brands Award 2015 merupakan award yang diberikan oleh Business Digest kepada merek asli Indonesia yang memiliki performa membanggakan dan mampu bertahan menghadapi berbagai merek kompetitor dan global yang semakin beragam. Bank Muamalat dinilai sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang menggunakan metode syariah untuk segala produk produk perbankannya baik dari segi produk pedanaan maupun pembiayaan.
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More