Perbankan

Bank Mizuho Indonesia Kantongi Laba Rp690,55 Miliar di Juni 2025

Jakarta – PT Bank Mizuho Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal II 2025 dengan membukukan laba bersih Rp690,55 miliar. Angka ini naik tipis 0,33 persen secara tahunan (year on year/yoy) ketimbang tahun lalu yang sebesar Rp690,30 miliar.

Pertumbuhan laba bank yang dipimpin Tsuyoshi Yokota sebagai presiden direktur ini ditopang realisasi kredit di paruh pertama tahun 2025. Mengacu pada laporan keuangan perseroan dikutip 14 Agustus 2025, Bank Mizuho Indonesia berhasil menyalurkan kredit Rp64,08 triliun di Juni 2025 atau tumbuh 2,11 persen yoy ketimbang tahun lalu Rp62,75 triliun.

Namun, dari sisi kualitas kredit sedikit mengalami tekanan. Rasio non performing loan (NPL) gross mengalami kenaikan dari 1,13 persen (Juni 2024) menjadi 1,29 persen (Juni 2025). Sedangkan NPL net juga naik dari 0,12 persen menjadi 0,17 persen. Meski merangkak naik, rasio NPL ini masih di bawah ambang batas dari regulator, yakni sebesar 5 persen.

Baca juga: Laba Bank BRK Syariah Susut 9,13 Persen Jadi  Rp149,15 Miliar di Juni 2025

Kabar baiknya, Bank Mizuho Indonesia berhasil meningkatkan efisiensi operasional perseroan. Per Juni 2025, beban operasional susut 28,37 persen menjadi Rp214,84 miliar. Sejurus dengan itu, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga ikut menyusut dari 67,17 persen di Juni 2024 menjadi 66,85 persen pada Juni 2025. Ini menandakan bahwa bank semakin efisien dalam menjalankan operasionalnya.

Dari sisi funding, kinerja pengumpulan dana masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) Bank Mizuho Indonesia mengalami penurunan sebesar 8,04 persen dari Rp43,55 triliun di Juni 2024 menjadi Rp40,31 triliun pada Juni 2025. Jika dirinci, penurunan terdalam terjadi pada tabungan yang susut 16,10 persen menjadi Rp7,12 triliun. Pun demikian dengan deposito dan giro yang masing-masing turun 10,61 persen dan 7,93 persen.

Baca juga: Laba Bersih Amar Bank di Q2-2025 Tumbuh 20,67 Persen Jadi Rp117,99 Miliar

Tekanan juga terjadi pada sisi profitabilitas Bank Mizuho Indonesia. Rasio return on asset (ROA) turun dari 2,07 persen di Juni 2024 menjadi 1,96 persen pada Juni 2025. Kemudian, return on equity (ROE) terkoreksi ke posisi 7,94 persen dari sebelumnya di level 8,47 persen.

Rasio profitabilitas lainnya, yakni net interest margin (NIM) juga mengalami penurunan dari 3,01 persen menjadi 2,67 persen.

Menutup kuartal II 2025, Bank Mizuho Indonesia mampu meningkatkan total asetnya menjadi Rp92,72 triliun atau tumbuh 3,72 persen ketimbang tahun sebelumnya Rp89,39 triliun. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

6 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

6 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

6 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

6 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

7 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

9 hours ago