Jakarta — PT Bank Mega Tbk masuk jajaran bank terbaik dalam anugerah The Finance Top 20 Financial Institution Awards 2020. Dalam edisi ketiganya, majalah The Finance menjabarkan bahwa bank yang dipimpin Kostaman Thayib ini mengumpulkan nilai total 92,56.
Pada rating ini penilaian untuk melihat pertumbuhan kinerja bank berdasarkan pada laporan keuangan tiga periode terakhir, yakni Juni 2018, Juni 2019, dan Juni 2020. Profil manajemen risiko dan peringkat good corporate governance (GCG) menggunakan data 2019.
Kemudian, untuk rasio-rasio penting, hanya menggunakan data Juni 2020. Khusus untuk aspek pertumbuhan laba, rating ini mensyaratkan bank-bank yang bisa diikutsertakan dalam rating hanya bank-bank yang labanya tumbuh dari positif ke positif serta berpredikat “sangat bagus” pada rating bank 2020 versi Infobank.
Kendati penilaian yang dilakukan The Finance hanya sampai kinerja keuangan Juni 2020, bank yang tergabung dalam Grup CT Corp ini mampu mempertahankan kinerjanya. Per September 2020, perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,2 triliun, atau naik 27,7% secara setahunan (yoy). Sedangkan laba bersih tumbuh sebesar 27,8% menjadi Rp1,8 triliun berbanding Rp1,4 triliun pada periode sebelumnya.
Belum lama ini, Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib menjelaskan, bahwa strategi menjaga profitabilitas adalah dengan fokus pada peningkatan pendapatan melalui pendapatan bunga bersih dan fee base income serta menurunkan biaya. (*)
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More