News Update

Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan Sindikasi Rp870 Miliar untuk Proyek Properti Kaltim

Poin Penting

  • Bank Mega Syariah menyalurkan pembiayaan sindikasi Rp870 miliar untuk proyek properti Borneo Bay Mall di Kalimantan Timur.
  • Pembiayaan menggunakan skema syariah MMQ, melibatkan sinergi Bank Mega dan BNI.
  • Pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah tumbuh 30,4% yoy menjadi Rp4,20 triliun.

Jakarta – Bank Mega Syariah memperkuat perannya dalam pembiayaan sektor riil melalui penandatanganan akad pembiayaan sindikasi senilai Rp870 miliar dengan PT Pandega Citra Niaga. Pembiayaan ini direalisasikan bersama Bank Mega dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai bagian dari sinergi perbankan untuk mendukung pembiayaan bernilai besar.

Pembiayaan sindikasi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan investasi PT Pandega Citra Niaga, khususnya dalam rangka refinancing aset serta pembangunan proyek properti Borneo Bay Mall. Melalui kerja sama ini, pengembangan sektor properti sekaligus aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur diharapkan terus terdorong secara berkelanjutan.

Akad pembiayaan sindikasi ini menggunakan skema Wa’d/Line Facility dengan akad turunan musyarakah mutanaqisah (MMQ) yang sejalan dengan prinsip syariah.

Skema tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembiayaan sekaligus memastikan penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Baca juga: Bank Mega Syariah Genjot Dana Murah Lewat MPC Points

Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah, Guritno, menjelaskan bahwa partisipasi Bank Mega Syariah dalam pembiayaan sindikasi ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat portofolio pembiayaan korporasi dan pembiayaan investasi jangka menengah hingga panjang.

Ia menilai sektor properti, khususnya proyek dengan konsep mixed-use yang mengintegrasikan fungsi hunian, perkantoran, komersial, hiburan, dan fasilitas publik dalam satu kawasan, masih memiliki prospek yang menjanjikan.

“Pusat aktivitas ekonomi seperti Borneo Bay Mall, di satu sisi, masih menunjukkan potensi yang baik. Melalui pembiayaan sindikasi ini, Bank Mega Syariah berkomitmen mendukung proyek-proyek produktif yang mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan,” ujar Guritno, dikutip, Rabu, 24 Desember 2025.

Lebih lanjut, Guritno menambahkan bahwa skema sindikasi juga mencerminkan sinergi antarlembaga perbankan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan berskala besar, sekaligus menjaga kualitas aset dan manajemen risiko masing-masing bank.

Pembiayaan Korporasi Tumbuh Signifikan

Seiring dengan penguatan pembiayaan korporasi, hingga November 2025 pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah tercatat mencapai lebih dari Rp4,20 triliun, tumbuh sekitar 30,4 persen dibandingkan posisi November 2024 sebesar Rp3,22 triliun.

Baca juga: Tabungan Haji Bank Mega Syariah Tumbuh 9 Persen, Tembus Rp324 M per Oktober 2025

Capaian tersebut berkontribusi lebih dari 43 persen terhadap total pembiayaan Bank Mega Syariah yang mencapai Rp9,57 triliun, dengan total pembiayaan tumbuh lebih dari 28 persen secara tahunan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat pembiayaan korporasi dan investasi dengan mengedepankan prinsip syariah, kehati-hatian, serta pemilihan sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat. Kami optimistis kinerja pembiayaan Bank Mega Syariah dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Guritno. (*) Ayu Utami

Yulian Saputra

Recent Posts

OJK Siapkan Notasi Khusus bagi Emiten yang Belum Penuhi Free Float 15 Persen

Poin Penting OJK akan memberi notasi khusus pada emiten yang belum memenuhi ketentuan free float… Read More

4 mins ago

MA AS Batalkan Tarif Trump, Ini Reaksi Prabowo

Poin Penting MA AS membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump, namun Indonesia memastikan perjanjian dagang bilateral… Read More

20 mins ago

Muamalat DIN Dorong Zakat Digital, Volume Ziswaf Melonjak

Poin Penting Transaksi ziswaf melalui Muamalat DIN naik 24,75% secara tahunan hingga akhir 2025, menunjukkan… Read More

34 mins ago

BEI Ungkap 8 Perusahaan Antre Masuk Bursa, Didominasi Aset Jumbo

Poin Penting BEI mencatat 8 perusahaan dalam pipeline IPO 2026, terdiri dari 5 perusahaan aset… Read More

58 mins ago

BI dan Kemenkeu Sepakat Debt Switching SBN Rp173,4 Triliun Tahun Ini

Poin Penting BI dan Kemenkeu sepakat lakukan debt switching SBN Rp173,4 triliun pada 2026, sesuai… Read More

1 hour ago

Askrindo Perluas Asuransi Pariwisata di Jateng, Gandeng 20 Biro Travel

Poin Penting Askrindo menandatangani MoU dengan 20 biro travel di Jateng untuk memperluas perlindungan asuransi… Read More

2 hours ago