Guritno, Corporate & Business Banking Div Head BMS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Bank Mega Syariah memperkuat perannya dalam pembiayaan sektor riil melalui penandatanganan akad pembiayaan sindikasi senilai Rp870 miliar dengan PT Pandega Citra Niaga. Pembiayaan ini direalisasikan bersama Bank Mega dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai bagian dari sinergi perbankan untuk mendukung pembiayaan bernilai besar.
Pembiayaan sindikasi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan investasi PT Pandega Citra Niaga, khususnya dalam rangka refinancing aset serta pembangunan proyek properti Borneo Bay Mall. Melalui kerja sama ini, pengembangan sektor properti sekaligus aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur diharapkan terus terdorong secara berkelanjutan.
Akad pembiayaan sindikasi ini menggunakan skema Wa’d/Line Facility dengan akad turunan musyarakah mutanaqisah (MMQ) yang sejalan dengan prinsip syariah.
Skema tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembiayaan sekaligus memastikan penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Baca juga: Bank Mega Syariah Genjot Dana Murah Lewat MPC Points
Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah, Guritno, menjelaskan bahwa partisipasi Bank Mega Syariah dalam pembiayaan sindikasi ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat portofolio pembiayaan korporasi dan pembiayaan investasi jangka menengah hingga panjang.
Ia menilai sektor properti, khususnya proyek dengan konsep mixed-use yang mengintegrasikan fungsi hunian, perkantoran, komersial, hiburan, dan fasilitas publik dalam satu kawasan, masih memiliki prospek yang menjanjikan.
“Pusat aktivitas ekonomi seperti Borneo Bay Mall, di satu sisi, masih menunjukkan potensi yang baik. Melalui pembiayaan sindikasi ini, Bank Mega Syariah berkomitmen mendukung proyek-proyek produktif yang mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan,” ujar Guritno, dikutip, Rabu, 24 Desember 2025.
Lebih lanjut, Guritno menambahkan bahwa skema sindikasi juga mencerminkan sinergi antarlembaga perbankan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan berskala besar, sekaligus menjaga kualitas aset dan manajemen risiko masing-masing bank.
Seiring dengan penguatan pembiayaan korporasi, hingga November 2025 pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah tercatat mencapai lebih dari Rp4,20 triliun, tumbuh sekitar 30,4 persen dibandingkan posisi November 2024 sebesar Rp3,22 triliun.
Baca juga: Tabungan Haji Bank Mega Syariah Tumbuh 9 Persen, Tembus Rp324 M per Oktober 2025
Capaian tersebut berkontribusi lebih dari 43 persen terhadap total pembiayaan Bank Mega Syariah yang mencapai Rp9,57 triliun, dengan total pembiayaan tumbuh lebih dari 28 persen secara tahunan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat pembiayaan korporasi dan investasi dengan mengedepankan prinsip syariah, kehati-hatian, serta pemilihan sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat. Kami optimistis kinerja pembiayaan Bank Mega Syariah dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Guritno. (*) Ayu Utami
Poin Penting Askrindo menandatangani MoU dengan 20 biro travel di Jateng untuk memperluas perlindungan asuransi… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS stabil pada 23 Februari 2026, masing-masing di Rp3.047.000… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp16.868 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,77% ke level 8.335,84 pada awal perdagangan Senin (23/2/2026), dengan… Read More
Poin Penting IHSG pada perdagangan 23 Februari 2026 diproyeksi bergerak variatif cenderung menguat dengan support… Read More
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More