Perbankan

Bank Mega Syariah Catat Outstanding Pembiayaan FLPP Rp50 M Lebih per Agustus

Poin Penting

  • Bank Mega Syariah menyalurkan 96 persen kuota FLPP 2025 lewat produk Flexi Sejahtera, dengan outstanding pembiayaan lebih dari Rp50 miliar per Agustus 2025.
  • Pertumbuhan FLPP meningkat 1.409 persen dalam 5 tahun terakhir, ditopang sinergi dengan developer subsidi dan biaya awal lebih ringan.
  • Dukung Program 3 Juta Rumah, Bank Mega Syariah ikut Akad Massal 25.000 penerima manfaat FLPP di 33 provinsi pada 29 September 2025.

Jakarta – PT Bank Mega Syariah, sebagai salah satu bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), mencatat hingga akhir September 2025 telah menyalurkan 96 persen dari total kuota awal unit rumah FLPP yang diberikan pemerintah melalui produk Flexi Sejahtera.

Di samping itu, pencapaian outstanding pembiayaan Flexi Sejahtera hingga Agustus 2025 tercatat lebih dari Rp50 miliar atau tumbuh 78,6 persen dibandingkan Agustus 2024 yaitu lebih dari Rp29 miliar. 

Sehingga, dalam lima tahun terakhir atau sejak 2021, total pembiayaan FLPP Bank Mega Syariah telah meningkat 1.409 persen dengan rata-rata pertumbuhan setiap tahunnya mencapai 97 persen.

Tentunya, Bank Mega Syariah telah menargetkan pertumbuhan pembiayaan FLPP mencapai sebesar 50 persen sepanjang 2025 dibandingkan 2024.

Baca juga: Pembiayaan Rumah Bank Mega Syariah Tumbuh 50 Persen Lebih di Agustus 2025

Consumer Financing Business Division Head Bank Mega Syariah, Raksa Jatnika Budi, mengatakan bahwa untuk mendorong kinerja FLPP, Perseroan memanfaatkan sinergi developer subsidi dengan mitra yang telah berpayroll di BMS. 

Hal itu turut didorong oleh produk Flexi Sejahtera yang juga memiliki biaya awal yang lebih ringan dari bank penyalur lainnya. 

Raksa menyatakan, Perseroan melakukan kerja sama dengan developer berpengalaman yang memastikan bahwa rumah yang dibeli oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sudah siap huni melalui bangunan yang telah tersedia 100 persen, listrik dan air yang sudah teraliri ke unit rumah tersebut serta Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU). 

Developer juga mengusung konsep bangunan hijau dan ramah lingkungan dengan kualitas setara perumahan komersial, tersedia taman dan bak sampah yang memadai hingga akses menuju perumahan yang mudah dijangkau,” kata Raksa dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu, 27 September 2025.

Dukungan Program Pemerintah

Adapun Bank Mega Syariah juga akan turut serta dalam Kegiatan Akad Masal 25.000 Penerima Manfaat Pembiayaan FLPP yang digelar serentak di 33 provinsi pada 29 September 2025.

Baca juga: Bank Mega Syariah Optimalkan Penurunan BI Rate untuk Pacu Bisnis

Dalam kegiatan ini, Bank Mega Syariah akan menghadirkan nasabah penerima pembiayaan FLPP dari berbagai profesi di seluruh Indonesia sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menyediakan pembiayaan perumahan berbasis syariah bagi MBR.

Sebagai informasi, upaya Perseroan itu bertujuan untuk mendukung Pemerintah melalui Program 3 Juta Rumah dalam menyediakan hunian layak bagi MBR dengan mengandalkan skema FLPP. 

Hingga 25 September 2025, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melaporkan bahwa total rumah subsidi yang telah disalurkan melalui skema FLPP mencapai 178 ribu unit. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

4 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

4 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

4 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

4 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

5 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

7 hours ago