Jakarta – PT Bank Mega Syariah menyebutkan akan meluncurkan produk cicil emas secara digital pada semester II 2025.
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji, menyatakan produk cicil emas tersebut sudah masuk ke dalam pipeline perseroan dan saat ini masih dalam proses pembangunan sistem.
“Jadi kita akan meluncurkan produk cicilan emas melalui digital. Kita lagi ongoing process untuk develop segmen marketnya, SOP-nya, sistem yang mau kita bangun. Itu memang menjadi salah satu pilar kita di tahun ini,” ucap Rasmoro kepada media dikutip, 14 Maret 2025.
Baca juga: Bank Mega Syariah Prediksi Transaksi Digital Tumbuh 70 Persen Selama Lebaran 2025
Ia menjelaskan bahwa, sistem yang dibangun tersebut untuk mendukung para nasabah agar dapat melakukan pembelian emas dalam bentuk digital, hingga dapat mengambil produk emas secara fisik dengan jumlah gram tertentu.
“Jadi nanti digital ini kalau nasabah pengen mengambil fisiknya untuk jumlah gram tertentu, nanti kita akan atur delivery-nya, logistiknya, dan itu tidak mudah. Jadi teknik-teknik ini bisa dipersiapkan dengan matang untuk isu-isu logistik,” imbuhnya.
Baca juga: BSI Targetkan Layanan Simpanan dan Pembiayaan Emas Meluncur Tahun Ini
Menurutnya, produk cicilan emas ini dapat menjadi alternatif bagi nasabah di tengah kondisi pasar yang masih mengalami ketidakpastian. Bagi segmen tertentu, produk tersebut sangat diminati.
“Mungkin sih kalau situasi global seperti ini orang akan jadi sentimen, pasti akan lari ke emas. Makanya kita akan membuat produk itu lebih berbasiskan digital, supaya lebih menjangkau lebih luas,” tutup Rasmoro. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More
Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More
Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More