Poin Penting
Jakarta – PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) berhasil mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih Rp3,36 triliun, tumbuh 28 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,63 triliun.
Perolehan laba Bank Mega ini dikontribusikan melalui kenaikan fee based income sebesar Rp2,79 triliun atau naik 54 persen dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 triliun.
Baca juga: Allo Bank dan Bank Mega Salurkan Rp3,7 Triliun untuk Fasilitas Plasma Darah Indonesia
Corporate Secretary Bank Mega, Christiana M. Damanik menyampaikan jika pencapaian yang ada tidak bisa dilepaskan dari efisiensi dan efektivitas bisnis yang diterapkan.
“Pencapaian ini adalah suatu hal yang disyukuri oleh Bank Mega, karena mampu diraih di situasi kondisi perekonomian relatif cukup menantang,” ujar Christiana dikutip 11 Februari 2026.
Dari sisi intermediasi, kredit Bank Mega tercatat tumbuh 4 persen ke Rp67,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp64,65 triliun.
Komposisi terbesar total kredit Bank Mega berasal dari sektor korporasi yang memiliki market share 69 persen atau sebesar Rp46,30 triliun.
Baca juga: Pembiayaan Haji Khusus Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen di Akhir 2025
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan menjadi Rp104,13 triliun, naik 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp91,67 triliun.
Komposisi DPK masih didominasi oleh Deposito, namun saldo CASA meningkat 2 persen menjadi Rp28,14 triliun dari Rp27,57 triliun pada periode sebelumnya.
“Sedangkan upaya penurunan cost of fund terus dilakukan dan berhasil dijaga berada pada level yang kompetitif hingga akhir 2025, meskipun industri perbankan masih berada dalam lingkungan suku bunga yang relatif tinggi,” kata Christiana.
Menutup 2025, total aset Bank Mega meningkat 4 persen menjadi Rp140,83 triliun. Sebagai perbandingan, total aset perseroan pada 2024 sebesar Rp134,92 triliun. (*) Steven Widjaja
Poin Penting PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) akan menerbitkan obligasi Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026… Read More
Generali Indonesia resmi luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yang merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah… Read More
Poin Penting GEN Syariah Perlindungan Aman menawarkan santunan jiwa yang bertumbuh hingga 250 persen serta… Read More
Poin Penting Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tetap meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran… Read More
Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More
Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More