News Update

Bank Mega Gandeng BI Sosialisasi QRIS

Jakarta — Dalam rangka mendukung upaya Bank Indonesia (BI) menciptakan efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif dan memajukan UKM, Bank Mega turut aktif dalam Pekan QRIS (Quick Response Indonesian Standard) Nasional dengan mengadakan sosialisasi QRIS bertema “Satu QRIS Untuk Seluruh Pembayaran” yang diadakan di Menara Bank Mega didukung oleh Bank Indonesia.

Acara sosialiasi tersebut dibuka oleh Direktur Operation & IT Bank Mega Guntur Triyudianto dan menghadirkan narasumber Deputi Direktur, Kepala Divisi Pengawasan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Fransina Murni dan Transformation Project Head Bank Mega Ari Yanuanto Asah.

QRIS yaitu metode pembayaran yang menggunakan sistem aplikasi QR code yang telah distandarisasi oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) selaku lembaga standar yang telah disetujui oleh Bank Indonesia. Dengan adanya QRIS, maka transaksi pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi apapun yang memiliki teknologi QR Code karena sudah terintegrasi, sehingga hal ini sangat praktis digunakan oleh masyarakat pada saat melakukan pembayaran.

“Saat ini Bank Mega telah terdaftar di Bank Indonesia sebagai penyelenggara acquiring merchant dan issuer penerbitan aplikasi pembayaran melalui QRIS, langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital yang dijalankan Bank Mega. Teknologi digital memungkinkan segala proses tidak terkecuali di bidang keuangan dapat dilakukan secara cepat, aman dan menyenangkan,” ujar Guntur Triyudianto, Direktur Operations & IT Bank Mega di Menara Bank Mega, Jumat (13/3/2020).

Guntur juga menjelaskan, bahwa nasabah akan lebih dimudahkan dalam melakukan transaksi pembayaran melalui QRIS karena tidak lagi memerlukan uang tunai tetapi cukup membayar melalui sumber dana sesuai dengan aplikasi yang dimiliki dan membayar persis angkanya sesuai dengan harga yang tertera.

Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat agar terbiasa menggunakan sistem pembayaran secara digital sehingga dapat mendorong dan mengembangkan sistem keuangan serta memajukan perekonomi digital di Indonesia. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More

25 mins ago

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

2 hours ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

3 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

3 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

3 hours ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

4 hours ago