Jakarta–PT Bank Mega Tbk menargetkan pertumbuhan kredit di level 11% pada tahun ini, dengan tetap bertumpu pada bisnis konsumer dan korporasi.
“Kredit tumbuh 10-11% tahun ini,” ujar Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib di Kantor Pusat Bank Mega, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2015.
Kondisi perekonomian nasional dan global yang mengalami pelambatan tidak bisa dimungkiri memengaruhi bank milik konglomerat Chairul Tanjung ini.
Pada tahun lalu, Bank Mega mencatat penurunan bisnis yang tercatat dengan outstanding kredit berkurang 2,49% menjadi Rp32,92 triliun per November 2015 dibandingkan dengan posisi Rp33,76 triliun per November 2014.
“Tahun lalu ada beberapa kredit yang jatuh tempo. Tahun lalu (penyaluran) enggak besar. Kredit minus,” tukas Kostaman.
Ia mengakui, penurunan kredit terutama terjadi di segmen usaha kecil dan menengah atau UKM. Sementara untuk kredit korporasi dan konsumer, utamanya kartu kredit akan diandalkan perseroan pada tahun ini.
“Korporasi sampai saat ini sudah ada (penyaluran) Rp400 miliar. Sektor ke perdagangan sama komoditas,” pungkasnya. (*) Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More