News Update

Bank Mayapada Ubah Pengurus, Thomas Arifin Jadi Wadirut

Jakarta – PT Bank Mayapada Internasional Tbk. merombak pengurus pada Rapat Umum Pemegang Saham Bank Tahunan (RUPST).

Pada kesempatan tersebut, Bank Mayapada memutuskan untuk kembali mengangkat Andreas Wiryanto kembali sebagai Direktur dan memberhentikan Andreas Wiryanto selaku Wakil Direktur Utama Perseroan.

RUPST juga mengangkat Thomas Arifin sebagai Wakil Direktur Utama dan Yusak Pranoto sebagai Direktur. Thomas Arifin, memiliki rekam jejak yang panjang di perbankan.

Ia pernah berkarir di Bank Mandiri sebagai direktur dan Permata Bank. Ia juga menjadi Direktur Risk Management di OCBC NISP dan yang paling baru adalah Direktur Corporate Banking, Commercial Banking, SME Banking, Retail Banking, Consumer Banking, Credit Card, and Branches Management di Bank ICBC Indonesia.

Dengan demikian, susunan pengurus yang baru adalah sebagai berikut:

  • Direktur Utama Hariyono Tjahjarijadi
  • Wakil Direktur Utama Thomas Arifin
  • Direktur Andreas Wiryanto, Direktur Rudy Mulyono
  • Direktur Harry Sasongko Tirtotjondro
  • Direktur Yusak Pranoto.

Adapun, di jajaran komisaris antara lain:

  • Komisaris Utama Dato’ Sri Tahir,
  • Komisaris Hendra, dan
  • Komisaris Independen Kumhal Djamil.

Haryono menyampaikan perseroan terus melakukan transformasi. Perseroan juga senantiasa menangkap berbagai peluang peningkatan kinerja di tengah perubahan perilaku nasabah perbankan Tanah Air.

“Kami juga dibantu dengan jajaran pengurus kompeten. Wadirut kami baru, ini adalah darah segar. Ini bukan nama sembarangan untuk persiapan transformasi,” katanya, Rabu, 21 Juli 2021. (*)

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

36 mins ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

1 hour ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

2 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

2 hours ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

3 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

3 hours ago