News Update

Bank Mayapada Rights Issue di Harga Rp2.200

Jakarta – PT Bank Mayapada Internasional Tbk melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) XI sebanyak-banyaknya 910.988.100 saham seri B atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) dan harga pelaksanaan Rp2.200.

Sehingga total nilai penambahan modal sebanyak-banyaknya Rp2.004.173.820.000 (dua triliun empat miliar seratus tujuh puluh tiga juta delapan ratus dua puluh ribu Rupiah).

Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, Selasa, 14 Agustus 2018, setiap pemegang 6 (enam) saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 27 September 2018 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berhak atas 1 (satu) Saham HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.200.

Setiap saham harus dibayar tunai pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) melalui pelaksanaan HMETD.

Saham baru ini akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di BEI dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku.

Baca juga: RUPSLB Bank Mayapada Putuskan Perkuat Modal Melalui PUT XI

Saham Baru memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham seri lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Dalam hal pemegang saham mempunyai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan Efek tersebut akan menjadi milik Perseroan dan akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukkan ke rekening Perseroan.

Dalam PUT XI ini tidak terdapat pembeli siaga, dengan demikian apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa saham dalam PUT XI ini, maka saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari dalam portepel.

HMETD dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar BEI sesuai Peraturan No. POJK.31/POJK.04/2015 selama 5 (lima) Hari Bursa mulai tanggal 1 Oktober 2018 sampai dengan 5 Oktober 2018.

Pencatatan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada tanggal 1 Oktober 2018. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 5 Oktober 2018 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan berlaku.

Sekedar informasi, PT Mayapada Karunia selaku Pemegang Saham utama Perseroan dengan kepemilikan 26,42% menyatakan akan mengambil bagian untuk membeli saham dalam PUT XI ini dengan jumlah
sebanyak 240.641.955 Saham pada periode Pelaksanaan HMETD.

JPMCB-Cathay Life Insurance Co Ltd selaku Pemegang Saham utama Perseroan dengan kepemilikan 40% menyatakan akan mengambil bagian untuk membeli saham dalam PUT XI ini dengan jumlah sebanyak-banyaknya 364.395.239 Saham pada periode Pelaksanaan HMETD.

JPMCB-Cathay Life Insurance Co Ltd akan selalu menjaga batasan kepemilikan saham di Perseroan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 56/POJK.03/2016 tanggal 7 Desember 2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum yang mengatur mengenai Batas Maksimum Kepemilikan Saham Bank. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Gak Perlu Pusing, Begini Cara Nanovest Bikin Pemula Langsung Bisa Investasi

Poin Penting Nanovest mengandalkan aplikasi sederhana dan user friendly tanpa grafik rumit untuk menarik investor… Read More

1 hour ago

Menyoal Ide “Sesat” Penutupan Indomaret dan Alfamart

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More

4 hours ago

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

8 hours ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

10 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

11 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

12 hours ago