Jakarta – PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (Bank Mas) mencatatkan kinerja cemerlang di semester I 2022. Bank yang berada di bawah naungan Wings Group itu, mencatatkan pertumbuhan laba 60,08% year on year per Juni 2022, menjadi Rp139,63 miliar.
Besarnya perolehan laba turut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang sebesar 7,80% menjadi Rp8,50 triliun per Juni 2022, dibandingkan dengan posisi Desember 2021. Sedangkan dana pihak ketiganya sudah terkumpul sebesar Rp17,28 triliun per Juni 2022.
Sementara total asetnya tercatat sebanyak Rp20,37 triliun per Juni 2022. Kinerja gemilang per semester I 2022 ini merupakan kelanjutan dari kinerja gemilang Bank Mas sepanjang 2021.
Di periode 2020 – 2021, total aset Bank Mas tercatat tumbuh 7,73% secara tahunan menjadi Rp23,20 triliun pada 2021. Selain total aset, laba bersihnya juga bertumbuh 96,99% secara tahunan menjadi Rp213,13 miliar di 2021. Sedangkan dana pihak ketiga atau DPK Bank Mas tumbuh 4,44% dari Rp19,32 triliun di 2020.
Pertumbuhan DPK tersebut, terdiri dari tabungan yang naik 43,09% year on year menjadi Rp1,6 triliun dan deposito 4,62% menjadi Rp13,47 triliun. Pertumbuhan tabungan itu ditopang oleh layanan digital online onboarding. Melalui online onboarding, nasabah dapat membuka rekening tanpa perlu datang ke kantor cabang Bank Mas.
Bank Mas yang memiliki kode emiten MASB ini juga mengalami pertumbuhan penyaluran kredit 5,31% year on year atau secara tahunan, menjadi Rp7,88 triliun di 2021 dari Rp7,49 triliun di 2020. Pertumbuhan penyaluran kredit dibarengi dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dari 1,90% ke 0,51%.
Bank yang berada di bawah naungan Wings Group ini, secara konsisten terus mengembangkan layanan teknologi perbankannya. Mulai dari layanan digital penyaluran kredit sampai tabungan, akan dikembangkan lebih luas lagi untuk membantu pengelolaan keuangan nasabah yang lebih baik. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Allianz Indonesia memperkuat kanal keagenan (ASN) dan bancassurance melalui kickoff awal 2026 untuk… Read More
Poin Penting BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menjadi yang pertama di… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More
Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More
Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More
Poin Penting Produksi minyak Venezuela rendah, invansi AS tak berdampak besar ke harga energi global.… Read More