Bank Mantap Siap Tambah Modal Rp500 Miliar Tahun Ini
Jakarta – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) pada tahun ini berniat untuk melakukan aksi korporasi dengan penambahan modal dengan suntikan modal yang diberikan dalam bentuk penyertaan langsung oleh induk perusahaan. Tak tanggung-tanggung, Bank Mantap berencana akan melakukan penambahan modal sebesar Rp500 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso saat meresmikan Kantor Cabang Bank Mantap Cempaka Putih Jakarta (17/4). Jos mengatakan, aksi korporasi tersebut guna memperkuat modal perseroan.
“Permodalan akan ditambah Rp500 Miliar pada Semester I tahun ini, skemanya di suntik dari pemegang saham Taspen dan Mandiri,” kata Jos di Kantor Pusat Taspen Jakarta, Selasa 17 April 2018.
Baca juga: Penyaluran Kredit Bank Mantap Melejit 93%
Jos menjelaskan bila aksi korporasi tersebut berhasil dilaksanakan, nantinya akan merubah porsi kepemilikan saham dari Bank Mantap pada tahun ini.
“Nantinya, ini kemungkinan ada penambahan sharenya. Dari Taspen menjadi 49 persen dan dari Mandiri bisa jadi 51 persenlah ,” tambah Jos.
Sebagai informasi, modal inti Bank Mantap sebesar Rp 1,44 triliun. Atau tumbuh 30,91% yoy menjadi dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,10 triliun. Sedangkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di 2017 terjaga pada level 22,32%.(*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More