Perbankan

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting

  • Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5 tahun.
  • Permintaan tinggi, obligasi oversubscribe hingga 3,3 kali oleh investor global.
  • Dana digunakan untuk kebutuhan korporasi, didukung kepercayaan pasar dan peringkat BBB.

Jakarta – Bank Mandiri menerbitkan surat utang global senilai USD750 juta dengan tenor 5 tahun dan tingkat kupon 5,25 persen pada 31 Maret 2026.

Penerbitan ini menjadikan Bank Mandiri sebagai emiten pertama dari Asia Tenggara yang kembali mengakses pasar obligasi internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Penerbitan surat utang global tersebut mendapatkan respons positif dari investor global. Bank Mandiri mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe sebesar 3,3 kali.

Baca juga: Bank Mandiri Terbitkan Global Bond USD800 juta dengan 3,5 kali Oversubscription

Di tengah tekanan pasar akibat pelemahan perdagangan di Amerika Serikat, Bank Mandiri menerapkan strategi prudent dengan menunggu momentum pembukaan pasar Asia serta menggunakan pendekatan intraday execution untuk meminimalkan risiko.

Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas eksekusi transaksi serta memperoleh respons yang baik dari investor global, didukung oleh rekam jejak Bank Mandiri sebagai penerbit aktif di pasar internasional dan hubungan yang kuat dengan basis investor, sejalan dengan upaya memperkuat keunggulan keberlanjutan perseroan.

Perkuat Kepercayaan Investor

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi, menyampaikan tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental dan kinerja keuangan Bank Mandiri. Langkah ini turut menegaskan fondasi bisnis yang solid bank berkode emiten BMRI ini, untuk mendorong akselerasi yang bertumbuh di tengah dinamika pasar global.

“Hasil transaksi ini menunjukkan investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Indonesia dan Bank Mandiri di tengah kondisi ekonomi makro dan dinamika geopolitik global yang menantang. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan korporasi secara umum guna mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Ari dalam keterangan resminya, Kamis 2 April 2026.

Baca juga: Bank Mandiri Siap Salurkan Dana Tambahan Pemerintah ke Sektor Produktif

Surat utang ini memperoleh peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta dicatatkan di Singapore Exchange.

Tingginya kepercayaan investor tecermin dari distribusi yang terdiversifikasi, dengan alokasi kepada fund manager dan asset manager (85 persen), perbankan (8 persen), lembaga pemerintah dan sovereign wealth funds (3 persen), perusahaan asuransi (3 persen), serta private bank (1 persen).

Berdasarkan wilayah, investor berasal dari Asia (69 persen), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika/EMEA (26 persen), dan investor AS offshore (5 persen).

Diversifikasi investor tersebut mempertegas keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri dalam menjaga kepercayaan pasar internasional melalui fundamental yang kuat dan strategi pendanaan yang disiplin.

Transaksi ini didukung oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

45 mins ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

2 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

2 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

3 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

3 hours ago

Nobu Bank Bukukan Laba Bersih Rp481,3 Miliar, Tumbuh 46,30 Persen di 2025

Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More

3 hours ago