Perbankan

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting

  • Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi regulator.
  • Segmen wholesale, ritel, dan UMKM menjadi motor utama, dengan fokus pembiayaan pada sektor prospektif seperti perdagangan, manufaktur, infrastruktur, dan energi.
  • Transformasi digital dan kinerja kuat 2025 jadi penopang, setelah kredit tumbuh 14,2% menjadi Rp1.497 triliun, melampaui rata-rata industri.

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menargetkan penyaluran kredit pada tahun 2026 akan tetap tumbuh positif di atas rata-rata industri perbankan, sejalan dengan arah dan proyeksi dari regulator.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menjelaskan, pada tahun ini segmen wholesale dan retail akan menjadi pendorong pertumbuhan kredit, melalui pengolahan portfolio mix untuk perluasan ekosistem secara optimal.

“Fokus penyaluran kredit akan diarahkan kepada penguatan pembiayaan usaha produktif, khususnya UMKM dan sektor-sektor nilai tambah dengan memanfaatkan basis nasabah existing, sinergi anak perusahaan, serta penguatan ekosistem bisnis untuk mendorong pertumbuhan yang inklusi dan berkelanjutan,” terang Rizaldi saat paparan kinerja Bank Mandiri 2025, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca juga: Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Rizaldi menyatakan, fokus pembiayaan akan diarahkan kepada sektor-sektor prospektif dan resilien, sesuai dengan loan portfolio guideline perseroan, seperti di sektor perdagangan dan jasa, industri pengolahan manufaktur, serta infrastruktur dan energi. 

“Sejalan dengan itu, Bank Mandiri terus memperkuat perekonomian kerakyatan melalui akselerasi UMKM dengan perluasan akses permodalan dan penguatan ekosistem secara selektif, terukur, dan berlandasan prinsip kehati-hatian,” ujar Rizaldi.

Transformasi Digital Perkuat Ekosistem

Ia menambahkan, seluruh strategi tersebut didukung oleh optimalisasi transformasi digital antara lain melalui Livin’ by Mandiri untuk nasabah retail, Kopra Bank Mandiri untuk nasabah Wholesale, serta Livin’ Merchant bagi pelaku UMKM.

Baca juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Sebagaimana diketahui, sepanjang 2025, kredit bank only Bank Mandiri mencapai Rp1.497 triliun, atau tumbuh 14,2 persen secara tahunan. Angka tersebut atas rata-rata pertumbuhan industri yang sebesar 9,69 persen yoy.

“Dengan kinerja tersebut, pada tahun 2026, kami memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap berada di atas industri, serta sejalan dengan arah dan proyeksi dari regulator,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

7 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago