Bank Mandiri; Dukung modal BSM. (Foto: Erman)
Penambahan modal sebesar Rp500 miliar ke Bank Syariah Mandiri agar anak usaha Bank Mandiri tersebut dapat mempersiapakan diri dalam menghadapi peraturan Basel III. Rezkiana Nisaputra
Jakarta–PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku akan menambah modal anak usahanya, yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), sebesar Rp500 Miliar pada tahun ini. Tambahan modal ini bertujuan untuk memperkuat permodalan BSM agar dapat menyesuaikan dengan peraturan Basel III.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Senin, 7 September 2015. Menurutnya, tambahan modal yang ditujukukan kepada anak usahanya tersebut yakni sebesar Rp500 miliar, akan terus ditambah.
“Kita sudah komit untuk tambah modal secara bertahap, dan tahun ini kita sudah masukan rencana ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp500 miliar,” ujar Budi.
Lebih lanjut Budi mengungkapkan, penambahan modal sebesar Rp500 miliar ke Bank Syariah Mandiri tersebut, agar anak usahanya itu dapat mempersiapakan diri dalam menghadapi peraturan Basel III. Mengingat, peraturan Basel III yang bakal diterapkan OJK mulai berlaku pada 2019.
Dalam salah satu ketentuan peraturan OJK terkait Basel III mensyaratkan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan syariah di kisaran 13% hingga 14%. “OJK melihat kedepannya untuk basel III CAR harus 13%, bank-bank syariah harus dapat memenuhi,” ucap Budi.
Sebagaimana diketahui, rasio kecukupan modal Bank Syariah Mandiri hingga Juni 2015 baru mencapai 11,97%. “Jadi untuk mengikuti Basel III kami akan naikan modal mereka (Bank Syariah Mandiri) secara bertahap hingga keangka ideal,” tutupnya. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More