Likuiditas Mengetat, Mandiri Optimis DPK Bisa Tumbuh 10%
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. di Sulawesi Tengah memberikan keringanan kredit kepada 2.900 debitur terdampak Covid-19. Keringanan ini diberikan demi mempercepat pemulihan perekonomian di Sulteng.
Taufik Hidayat selaku Micro Banking Cluster Manager Palu 1 Bank Mandiri Palu mengungkapkan, relaksasi kredit yang diberikan pada debitur berupa penangguhan pembayaran angsuran. Ia memastikan permohonan relaksasi tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Keringanan kredit yang diberikan mencapai Rp350 miliar. Yang penting debitur yang mengajukan permohonan relaksasi kredit sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) maka akan kami akomodir,” ucap Taufik seperti dikutip di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.
Hingga kini, Bank Mandiri masih menerima dan memproses permohonan restrukturisasi atau relaksasi kredit debitur yang terdampak virus corona di Sulawesi Tengah. Secara keseluruhan, Bank Mandiri telah menyetujui restrukturisasi kredit kepada lebih dari 500.000 ribu debitur retail dan wholesale dengan nilai oustanding lebih dari Rp100 triliun hingga akhir Juni 2020.
Sebagai informasi, Bank Mandiri sebelumnya menyatakan melakukan penyesuaian level kewenangan yang dalam keputusan restrukturisasi untuk mempercepat proses keringanan kredit. Selain itu, Bank Mandiri juga melakukan penyesuaian level kewenangan dalam keputusan restrukturisasi. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More