Proyek jalan tol; Pembiayaannya didukung perbankan . (Foto: Erman Subekti).
Bank Mandiri meminta agar para debitur yang telah disetujui permohonan kreditnya dapar segera melaksanakan proyek infratruktur. Rezkiana Nisaputra
Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mengaku, hingga Agustus 2015 perseroan telah menyetujui untuk menyalurkan kreditnya ke sektor infrastruktur sebesar Rp20 triliun. Namun, penarikan kredit oleh para debitur masih terkendala persoalan administrasi dan ketakutan akan jeratan hukum.
Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, bahwa hingga saat ini total portofolio kredit infrastruktur perseroan mencapai Rp90 triliun, dan pada tahun ini, perseroan juga telah menyetujui penyaluran kredit infrastruktur sebesar Rp20 triliun. Namun penarikan kredit itu masih tergantung dari perkembangan proyek.
“Misalnya saja kalau yang baru bersih bersih lahannya itu hanya bisa menarik 5%-10% dari total kredit yang disetujui,” ujar Budi, di Jakarta, Senin 7 September 2015.
Adanya kondisi tersebut, lebih lanjut dia meminta, agar para debitur yang telah disetujui permohonan kreditnya, untuk segera melaksanakan proyek infrastruktur. Kendati demikian, dia mensinyalir, bahwa dari beberapa debitur, ada rasa ketakutan dalam menarik dana kredit tersebut, karena khawatir terkena kasus hukum.
“Kitakan sudah setujui kredit untuk proyek di Belawan, Kuala Tanjung, Perluasan Newport Makassar, Bandara Semarang dan Yogyakarta, Tol Solo Ngawi Kertosono, cuma ini bagaimana eksekusinya,” ucap Budi.
Dirinya memberikan contoh, seperti PT PLN yang telah mendapatkan persetujuan kredit dari Bank Mandiri, namun belum mencairkannya karena khawatir di kemudian hari terjerat masalah hukum. “Mereka takut juga sebab banyak sekali pengurus BUMN yang masuk penjara,” tutup Budi. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More