Perbankan

Bank Mandiri Region VI Jabar Salurkan Pembiayaan Rp24 Miliar untuk Program MBG

Poin Penting

  • Bank Mandiri Region VI Jawa Barat menyalurkan pembiayaan Rp24 miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 16 debitur, terdiri dari UMKM dan debitur mikro mitra Badan Gizi Nasional.
  • Dukungan terhadap program 3 juta rumah terus diperkuat, dengan realisasi pembiayaan FLPP dan KPR subsidi mencapai Rp163 miliar untuk 1.049 debitur, serta Rp6 triliun kepada developer dan mitra perumahan.
  • Bank Mandiri siap menyalurkan Kredit Industri Padat Karya (KIPK) dengan potensi hingga Rp17 triliun di Jawa Barat, sekaligus menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp1,5 miliar.

Bandung – Bank Mandiri Region VI Jawa Barat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp24 miliar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 16 debitur di wilayah Jabar.

CEO Bank Mandiri Region VI/Jabar, Nila Mayta Dwi Rihandjani mengatakan, pembiayaan kepada mitra Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut terdiri dari baki debet sebesar Rp13 miliar untuk 6 debitur UMKM dan Rp11 miliar untuk 10 debitur mikro.  

“Dari MBG ini kita bisa banyak sekali mendapatkan potensi-potensi pembiayaan di setiap SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi). SPPG-nya kita biayai, pegawainya kita biayai, pemasok-pemasoknya bisa kita biayai juga semuanya. Sehingga ini potensi yang bisa kita garap dari dapur SPPG,” ujar Nila dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Senin, 8 Desember 2025.

Baca juga: BGN Klaim 198 SPPG Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Dukungan Program 3 Juta Rumah Lewat FLPP

Selain MBG, Bank Mandiri Region VI Jabar juga mencatatkan realisasi pembiayaan kredit fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebagai bagian dari dukungan terhadap program 3 juta rumah pemerintah.

Hingga saat ini, realisasi pembiayaan FLPP telah mencapi Rp163 miliar untuk 1.049 debitur. Sementara itu, kredit sebesar Rp6 triliun disalurkan kepada 2 debitur yang merupakan developer, rekanan, atau pemasok proyek perumahan.

“Pertumbuhan kredit rumah kita di Jawa Barat naiknya signifikan. Kita kencang banget di program 3 juta rumah melalui program FLPP maupun program-program dari sisi pengusaha yang bergerak di bidang pembangunan rumah, demand side maupun supply side,” ungkapnya.

Baca juga: FLPP Semester I 2025 Tembus Rp18,8 Triliun, Ini Target Rumah yang Dibangun

Sementara itu, untuk pembiayaan KPR rumah subsidi bagi masyarakat, realisasi penyaluran juga telah mencapai Rp163 miliar kepada 1.049 debitur.

Potensi Kredit Industri Padat Karya

Bank Mandiri juga tengah memproses penyaluran Kredit Industri Padat Karya (KIPK), yakni program pembiayaan pemerintah di bawah Kementerian Perindustrian yang bertujuan mendorong pertumbuhan sektor industri padat karya.

Nila mengungkapkan, pihaknya telah menerima permintaan dukungan dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) terkait pembiayaan KIPK, dengan potensi penyaluran mencapai sekitar Rp17 triliun di Jabar.  

“Kemarin saya juga ditelepon oleh pak Setneg, bahwa ada lagi program baru, namanya KIPK, Kredit Industri Padat Karya. Itu juga program subsidi yang potensinya sangat besar di Jawa Barat ini juga. Ketua divisinya bilang ada potensi sekitar Rp17 triliun untuk bisa dibiayai,” pungkasnya.

Baca juga: Bank Mandiri Lapor Sudah Salurkan 63 Persen Dana Pemerintah ke Sektor Padat Karya dan UMKM

Adapun program KIPK dijadwalkan mulai terkoneksi secara host-to-host antara sistem Bank Mandiri dan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan pada pekan ketiga Desember 2025.

Kredit Alsintan Tembus Rp1,5 Miliar

Selain itu, Bank Mandiri turut menyalurkan kredit usaha untuk alat dan mesin pertanian (Alsintan). Hingga saat ini, realisasi penyaluran kredit Alsintan telah mencapai Rp1,5 miliar kepada 2 debitur. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

10 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

10 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

12 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

13 hours ago

Tantangan Inovasi Sektor Perumahan Rendah Emisi

Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More

13 hours ago

Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp8,49 M, Ini Alasannya

Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More

13 hours ago