Ilustrasi: Gedung Bank Mandiri. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengangkat M. Ashidiq Iswara sebagai sekretaris perusahaan (corporate secretary) yang baru, menggantikan Teuku Ali Usman yang telah memasuki masa purnabakti.
“Bersama ini, kami sampaikan informasi Laporan Pengangkatan Sekretaris Perusahaan Perseroan, Sdr M. Ashidiq Iswara yang efektif per tanggal 2 Januari 2025,” demikian bunyi surat Laporan Pengangkatan Sekretaris Perseroan yang dikutip dari keterbukaan informasi, Sabtu, 4 Januari 2024.
SEVP Corporate Relations Bank Mandiri M. Wisnu Trihanggodo menjelaskan, perubahan pejabat tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi di Bank Mandiri yang terus berjalan seiring cepatnya perkembangan industri keuangan di Tanah Air, dan bagian dari kesiapan Bank Mandiri menjawab tantangan perekonomian global.
Baca juga: Solusi Collection Kopra by Mandiri: Arus Kas Lancar, Revenue Maksimal
Baca juga: Tantangan Perbankan 2025
“Dalam dinamika tersebut, fungsi Corporate Secretary akan semakin strategis sebagai penghubung antara perusahaan dengan stakeholder, sekaligus menjadi juru bicara resmi perseroan. Nantinya, Corporate Secretary bertanggung jawab dalam mengelola strategi dan aktivitas komunikasi Bank Mandiri, baik secara korporasi maupun pemasaran produk, sebagai bagian dari upaya penguatan reputasi perseroan,” katanya.
Sebagai Corporate Secretary, Ashidiq juga diberi mandat untuk memastikan terpenuhinya hak dan kewajiban perseroan sebagai institusi perbankan maupun perusahaan terbuka sesuai peraturan regulator terkait fungsi sekretaris perseroan.
Ashidiq mulai berkiprah di Bank Mandiri sejak 2004. Dia lama menggeluti karier di bidang treasury termasuk menjadi Treasury Manager di Cayman Island. Sebelum menjadi RCEO Region I/Sumatera 1 pada 2024, Ashidiq pernah menduduki posisi sebagai RCEO Region X/Sulawesi dan Maluku. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More