Ilustrasi: Pertumbuhan ekonomi Indonesia/Erman Subekti
Poin Penting
Jakarta – Tim Ekonom atau Office of Chief Economist (OCE) Group Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia di keseluruhan 2025 tumbuh sebesar 5,07 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Angka ini lebih tinggi dari realisasi tahun 2024 yang sebesar 5,03 persen, namun lebih rendah dari target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang sebesar 5,2 persen.
“Pertumbuhan setahun penuh 2025 diproyeksikan sebesar 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi tahun 2024 sebesar 5,03 persen,” kata Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri dalam ketrangannya, dikutip, Rabu, 4 Februari 2026.
Sementara, untuk kuartal IV 2025 ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,23 persen yoy. Utamanya didorong oleh pengeluaran pemerintah yang lebih kuat dan peningkatan aktivitas investasi.
“Ini diharapkan menandai pertumbuhan terkuat sejak kuartal ketiga tahun 2022, ketika aktivitas ekonomi pulih setelah pembukaan kembali pasca-pandemi,” kata Andry.
Baca juga: Purbaya Yakin Ekonomi RI Tembus 6 Persen di 2026: Menterinya Sekarang Lebih Baik
Andry merinci, pengeluaran pemerintah diperkirakan akan meningkat sebesar 8,0 persen yoy pada kuartal keempat tahun 2025, dibandingkan 5,5 persen pada kuartal III 2025. Ini sejalan dengan percepatan yang kuat dalam pengeluaran fiskal menjelang akhir tahun.
Kemudian, arus pengeluaran personel meningkat sekitar 40,0 persen yoy, sementara pengeluaran modal meningkat sebesar 44,2 persen yoy.
Pengeluaran bantuan sosial juga meningkat secara signifikan sebesar 70,4 persen yoy, sebagian dialokasikan untuk pengeluaran terkait bencana di Sumatera.
Pemerintah juga meluncurkan stimulus fiskal senilai total Rp 37,4 triliun pada kuartal keempat tahun 2025, termasuk program magang, transfer tunai (BLT), dan diskon liburan akhir tahun, yang diharapkan memberikan dukungan tambahan bagi konsumsi rumah tangga.
Selanjutnya, konsumsi rumah tangga diproyeksikan meningkat menjadi 5,0 persen yoy pada kuartal IV 2025, dibandingkan 4,9 persen pada kuartal III 2025, didukung oleh aktivitas ritel yang lebih kuat selama periode Natal dan liburan akhir tahun, serta transmisi stimulus pemerintah ke permintaan domestik.
“Pertumbuhan penjualan ritel meningkat rata-rata 5,0 persen yoy, dibandingkan 4,0 persen pada kuartal III 2025, sementara Indeks Belanja Mandiri (MSI) meningkat sebagian besar didominasi oleh pengeluaran terkait mobilitas,” tambahnya.
Sementara itu, pertumbuhan investasi diperkirakan meningkat menjadi 6,3 persen yoy pada kuartal IV 2025, dibanding 5,0 persen pada kuartal III 2025. Barang modal muncul sebagai pendorong utama.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp12,8 Triliun untuk Stimulus Ekonomi di Kuartal I 2026
Andry menjelaskan, impor barang modal mencatat pertumbuhan terkuat sekitar 22,9 persen yoy pada kuartal IV 2025. Ini menandakan aktivitas investasi yang lebih kuat.
“Hal ini diikuti oleh pemulihan penjualan semen, yang tumbuh sebesar 0,8 persen yoy setelah mengalami kontraksi pada kuartal sebelumnya, sejalan dengan percepatan proyek infrastruktur dan konstruksi menjelang akhir tahun,” imbuhnya.
Adapun kinerja sektor eksternal diperkirakan akan melambat, dengan ekspor melambat menjadi 4,2 persen yoy, sementara impor meningkat lebih cepat sebesar 7,2 persen yoy di tengah aktivitas domestik yang lebih kuat, sehingga menghasilkan kontribusi ekspor bersih yang lebih rendah. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Tugure merenovasi atap Panti Asuhan Al Arif di Serang yang sebelumnya rusak dan… Read More
Poin Penting LPEM UI menyarankan BI mempertahankan suku bunga 4,75% pada RDG Maret 2026 di… Read More
Poin Penting BNI menambah fasilitas kredit Rp10 triliun kepada Pegadaian, sehingga total pembiayaan mencapai Rp25,1… Read More
Menyambut puncak arus mudik Lebaran, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan delapan Posko Mudik… Read More
Bantuan sebesar Rp60 juta tersebut diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-6 IFG sebagai wujud komitmen… Read More
Poin Penting BNI menetapkan dividen Rp13,03 triliun atau Rp349,41 per saham dari laba bersih tahun… Read More