Ilustrasi suku bunga. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) hanya akan dipangkas maksimal dua kali sepanjang 2026 dengan total penurunan 50 basis poin (bps).
“Bank Indonesia sendiri kalau menurut proyeksi kami, itu mungkin maksimal dua kali BI Rate itu dipangkas. Mungkin kans-nya 50 basis,” kata Asmo sapaan akrab Andry dalam acara Silaturahmi Bersama Media, dikutip, Kamis, 26 Februari 2026.
Meski demikian, Asmo menjelaskan, arah kebijakan suku bunga akan sangat dipengaruhi oleh aliran modal asing (capital inflow) ke Indonesia.
“Sambil melihat bagaimana kemudian prospek dari capital flows-nya di Indonesia itu sendiri,” ungkapnya.
Baca juga: Lagi, BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga Kredit, Begini Tanggapan BCA
BI sebelumnya memutuskan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur Februari 2026.
Sejak September 2024, BI telah menurunkan suku bunga sebesar 150 bps, terdiri dari pemangkasan 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang 2025.
Baca juga: Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen
Kebijakan selanjutnya akan mempertimbangkan stabilitas ekonomi domestik dan dinamika global, termasuk pergerakan arus modal.
Selain BI Rate, Bank Mandiri juga memproyeksikan suku bunga acuan Amerika Serikat atau Fed Fund Rate (FFR) hanya akan dipangkas satu kali sebesar 25 bps pada 2026, menjadi 3,5 persen dari 3,75 persen.
“Jadi kalau guidance-nya the Fed tuh tahun 2026 3,5 persen. Ya di-cut satu kali,” pungkas Asmo.
Baca juga: The Fed Pangkas Suku Bunga, BI Rate Ikut Turun?
Ia menambahkan, meski terdapat pergantian Ketua The Fed nantinya, pengambilan keputusan kebijakan moneter bakal tetap independen walaupun terdapat tekanan dari Presiden Donald Trump.
“Saya rasa tetap sama karena the Fed itu pasti akan tetap stay independent, walaupun ada pressure dari Donald Trump itu sendiri,” papar Asmo. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More