Perbankan

Bank Mandiri Optimis Kenaikan Bunga Acuan Tak Pengaruhi Penyaluran Kredit

Jakarta – Kebijakan Bank Indonesia (BI) mengerek tingkat suku bunga atau BI7DRR sebesar 25 bps atau menjadi 3,75%. Terkait hal tersebut, Bank Mandiri menyambut positif keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan sebagai kebijakan antisipatif terhadap potensi inflasi ke depan.

“Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi dan analisa tim ekonom Bank Mandiri, mengingat langkah ini masih diperlukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah serta mengakselerasi pemulihan ekonomi,” ujar Rudi As Aturridha, Corporate Secretary Bank Mandiri, dikutip Jum’at, 26 Agustus 2022.

Rudi melanjutkan, dalam praktiknya penyesuaian kenaikan suku bunga acuan terhadap bunga pinjaman maupun simpanan tentunya akan bergantung pada kondisi likuiditas masing-masing perbankan, termasuk perhitungan pada tren suku bunga di pasar.

Meskipun, kenaikan suku bunga dinilai akan memperlambat permintaan kredit. Namun, Bank Mandiri tetap optimis pada target pertumbuhan kredit yang sebesar 11% hingga akhir tahun 2022.

“Menurut kami kenaikan bunga acuan tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pertumbuhan kredit. Bank Mandiri tetap optimis target pertumbuhan kredit sebesar 11% hingga akhir 2022 dapat terealisasi dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian,” ungkap Rudi.

Sebagai catatan, sejak awal tahun lalu, Bank Mandiri telah secara agresif turunkan suku bunga deposito rupiah sebesar 50-75 bps dari sebelumnya 3% pada Maret 2021 menjadi 2,25%-2,50% pada Juli 2022.

Demikian pula untuk Suku Bunga Dasar Kredit yang secara rata-rata untuk seluruh segmen telah turun 167 bps selama tahun 2021 s.d 2022, dengan penurunan terbesar pada suku bunga dasar kredit untuk segmen konsumsi.

Adapun, saat ini tingkat likuiditas Bank Mandiri masih berada pada level ample atau likuid. Hal ini tercermin dari posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) bank only Bank Mandiri per Juli 2022 yang terjaga pada level 87,48% dengan tren pertumbuhan dana pihak ketiga yang optimal serta didominasi oleh dana murah (CASA).

Baca juga : Per Juli 2022, Penyaluran KUR Bank Mandiri Capai Rp24,2 Triliun

Tercatat, per Juli 2022 total DPK Bank Mandiri telah mencapai Rp1.013,08 triliun, tumbuh 8,78% secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut antara lain disumbang oleh CASA yang tumbuh 11,82% yoy menjadi Rp 768,09 triliun.

Sebagai informasi, sampai dengan akhir Juli 2022 total penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only berhasil tumbuh 11,38% YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tren perbaikan dari seluruh segmen, khususnya segmen wholesale yang menjadi unggulan Bank Mandiri dengan pertumbuhan sebesar 10,8% secara YoY. Di samping itu, kredit di segmen ritel tumbuh 12,53% YoY. (*) Irawati

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

9 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

9 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

10 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

10 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

11 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

12 hours ago