Categories: News UpdatePerbankan

Bank Mandiri Kucurkan Non Cash Loan Rp2 triliun ke KAI

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia. Hal tersebut terealisasikan salah satunya dengan memberikan non cash loan senilai Rp2 triliun dan memberikan layanan Mandiri Virtual Account untuk mendukung aktivitas bisnis PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Penandatanganan pemberian layanan Mandiri Virtual Account dan non cash loan masing-masing dilakukan oleh Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi dan Senior Vice President Corporate Banking II Bank Mandiri Yusak L.S. Silalahi bersama Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo, serta disaksikan oleh Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar di Jakarta.

Menurut Royke Tumilaar, penyaluran pinjaman ini merupakan wujud dukungan Bank Mandiri pada KAI untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung proyek-proyek strategis nasional termasuk sistem transportasi. Dukungan kepada KAI ini sangat penting karena dapat meningkatkan layanan transportasi massal di Tanah Air,” Kata Royke Tumilaar melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis 5 September 2019.

Kerja sama ini, lanjut Royke, juga sebagai wujud sinergi dua BUMN dalam mengakselerasi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan transportasi massal di Indonesia.

Sebagai informasi, sebagai Agent of Development, Bank Mandiri terus berkontribusi dalam pembangunan nasional khususnya dalam pembangunan infrastruktur, hingga Juni 2019 penyaluran kredit ke sektor tersebut mencapai Rp203,4 triliun dengan pertumbuhan mencapai 22,6 persen.

Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan kepada 7 sektor utama yakni transportasi sebesar Rp39,6 triliun, tenaga listrik Rp43,9 triliun, migas & energi terbarukan sebesar Rp37,2 triliun, konstruksi sebesar Rp17,2 triliun, Jalan tol sebesar Rp17,1 triliun, telematika sebesar Rp22,6 triliun, perumahan rakyat & fasilitas kota sebesar Rp10,9 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp14,7 triliun. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Moody’s Turunkan Outlook Indonesia, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More

3 hours ago

Bantah Terkait Dugaan Kasus Pidana Pasar Modal, Berikut Klarifikasi Lengkap BUVA

Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More

3 hours ago

Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Celios: Dari Mana Sumber Pertumbuhannya?

Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More

3 hours ago

Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan DJA, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More

5 hours ago

Laba BCA Digital Melonjak 98 Persen Jadi Rp213,4 Miliar di 2025

Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More

5 hours ago

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

6 hours ago