Likuiditas Mengetat, Mandiri Optimis DPK Bisa Tumbuh 10%
Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk, menargetkan jumlah calon debitur penerima kredit bebas agunan dengan plafon senilai Rp2 miliar yang mencapai sekitar 15.000 nasabah. Kredit bebas agunan tersebut ditujukan bagi nasabah Bank Mandiri untuk mengakselerasi penyaluran kredit produktif sektor UKM.
Nantinya, nasabah yang akan mendapatkan fasilitas kredit bebas agunan adalah nasabah penabung Mandiri Tabungan Bisnis (MTB) dan nasabah merchant EDC Bank Mandiri. Senior Vice President Small & Medium Enterprise (SME) Banking Bank Mandiri Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya telah memfilter nasabah yang layak mendapatkan kredit bebas agunan.
Nasabah-nasabah yang dinilai layak merupakan nasabah loyal Bank Mandiri yang menempatkan dana dan melakukan transaksi cukup aktif. Rencananya, 15.000 nasabah tersebut akan dihubungi melalui Whatsapp Business oleh Bank Mandiri untuk ditawarkan kredit bebas agunan dengan plafon sampai dengan Rp2 miliar. Jika sesuai rencana, soft launching kredit bebas agunan tersebut akan dilakukan pada 14 Agustus 2020.
“Banyak yang kita sasar, untuk tahap awal, ada sekitar 15.000 nasabah, sudah kita indentifikasi langsung, kira-kira pendekatan ini akan dilakukan dengan jemput bola,” ujar seperti dikutip di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020.
Nantinya, para penabung MTB akan mendapatkan kredit melalui program Dana Talangan Pebisnis. Lewat program ini, nasabah giro dan MTB akan mendapatkan fasilitas dana talangan dengan limit kredit sampai dengan Rp500 juta.
Kemudian, untuk nasabah merchant EDC Bank Mandiri tersedia program Kredit Modal Kerja Merchant Lending. Dengan program kredit tersebut, nasabah merchant EDC Bank Mandiri bisa mendapatkan pinjaman dengan proses cepat, tanpa agunan, dan limit sampai dengan Rp2 miliar.
Menyoal persyaratan, nasabah dapat mengikuti kedua program penyaluran kredit tersebut jika terbukti aktif menabung di Bank Mandiri dan aktif melakukan transaksi. Nasabah yang akan menerima kredit juga dipastikan tidak masuk dalam daftar hitam nasional. Khusus, nasabah merchant EDC, dipastikan bukan merupakan merchant gesek tunai.
Iqbal menambahkan, tahap awal penawaran kemungkinan akan diikuti oleh kurang lebih 5-10% dari total proyeksi nasabah. Dengan plafon kredit sampai dengan Rp2 miliar, diproyeksi kredit yang akan disalurkan Bank Mandiri untuk fasilitas ini di kisaran Rp1 triliun.
“Kita tawarkan semua dan kita optimis dengan produknya, ya sampai akhir tahun tidak muluk-muluk di kisaran Rp1 triliun, kita coba sebesar itu, semoga animo masyarakat bisa lebih baik dari itu,” pungkasnya. (*) Evan Yulian Philaret
Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More
Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More
Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More
Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More
Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More