Mandiri Bidik Pertumbuhan Transaksi e-Commerce 30%
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku terus menggenjot bisnis penyaluran kredit SME (Small Medium Enterprise) miliknya yang masih belum maksimal.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang di Plaza Mandiri. Menurutnya, saat ini pertumbuhan kredit SME masih single digit namun pihaknya optimis hingga tahun depan dapat mencapai pertumbuhan double digit.
“Kredit SME belum seperti yang kita harapkan masih single digit, dan target kita double digit tapi low lah mudah mudahan di tahun depan ada perbaikan,” kata Donsuwan di Jakarta, Rabu 4 September 2019.
Donsuan menambahkan, Bank Mandiri selalu terus berupaya untuk meningkatkan dukungan pada sektor bisnis yang ada di Indonesia khususnya dalam hal ini pada sektor SME. Oleh karena itu, pihaknya terus memperbaiki layanan miliknya.
“Sebenarnya yang kurang bukan di pasarnya tapi proses bisnis yang belum bisa bersaing itu sebabnya kita sedang membangun platform baru supaya kecepatan proses bisnis bisa menyamai pesaing,” tambah Donsuwan.
Tak hanya itu, Bank Mandiri juga tak henti-hentinya menggandeng seluruh lembaga untuk mendapatkan value chain dari kerjasama tersebut. Hal tersebut terealisasikan dengan penyediaan pembiayaan khusus kepada PT Timah.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan Semester-I 2019 pihaknya telah mencatatkan kredit SME sebesar Rp54,0 triliun atau hanya tumbuh 6,1% YoY bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp50,9 triliun. (*)
Editor: Rezkiana Np
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More