Jakarta – Bank Mandiri terus memperluas ekosistem bisnisnya. Kali ini, mereka berkolaborasi dengan Lippo Group, konglomerasi dengan salah satu bisnis konsumen terbesar di Indonesia mulai dari sektor kesehatan, properti, mal, dan ritel.
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri mengatakan, pihaknya turut mengapresiasi dan bangga menjadi inisiatif yang dapat memberikan layanan keuangan inovatif bagi masyarakat. Sekaligus berkolaborasi bersama untuk berkontribusi positif dalam upaya pengembangan ekosistem keuangan Tanah Air dalam menciptakan bisnis berkelanjutan.
“Kerja sama strategis ini telah melahirkan integrasi layanan perbankan ke dalam rutinitas harian masyarakat melalui pengembangan urban ecosystem,” terang Riduan dalam keterangan resminya dikutip 22 Mei 2024.
Baca juga: Bank Mandiri Gelar Program “Mandiri Sahabat Desa” di Morowali
Dia menambahkan, Bank Mandiri telah meluncurkan serangkaian produk digitalisasi, termasuk Host to Host Virtual Account dan EDC, serta inisiatif Credit Card Co-Branding, Corporate Card, dan payroll. Inisiatif ini dirancang untuk mempermudah transaksi keuangan Lippo Group, para tenant, dan pengunjung mall Lippo.
Lebih lanjut, penerbitan Credit Card Co-Branding antara Bank Mandiri dan PT Lippo Malls Indonesia akan memberikan nilai tambah bagi pemegang kartu dengan Extra Point saat berbelanja di merchant Lippo Malls, sekaligus meningkatkan potensi transaksi bagi tenants mall.
“Dengan adanya super app Livin’ by Mandiri dan platform Kopra by Mandiri, kami yakin bahwa Lippo Group akan menjadi model utama bagi solusi perbankan yang terintegrasi penuh dalam ekosistem urban serta mampu mendorong inklusi keuangan di Indonesia,” tambahnya.
Baca juga: Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,06 Persen di 2024
Lebih lanjut, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengimplementasikan solusi transaksi perbankan yang terintegrasi di berbagai sektor, termasuk kesehatan, ritel, properti dan perhotelan. Upaya ini juga menjadi wujud implementasi perseroan dalam penerapan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola atau environmental, social and governance (ESG) khususnya dari sisi penyediaan akses keuangan kepada masyarakat, termasuk diantaranya yang belum terlayani atau underserved.
“Kolaborasi ini sekaligus menandai era baru dalam inovasi perbankan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410. Sentimen negatif… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More