Perbankan

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting

  • Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4 persen yoy menjadi Rp1.895 triliun
  • DPK mencapai Rp2.105,8 triliun atau tumbuh 23,9 persen yoy, dengan dana murah (CASA) naik 12,6 persen yoy menjadi Rp1.431,4 triliun, menjaga likuiditas untuk ekspansi berkelanjutan.
  • NPL gross rendah di level 0,96 persen, pendapatan non-bunga tumbuh 14,5 persen yoy menjadi Rp48,5 triliun, dan total aset naik 16,6 persen yoy menjadi Rp2.829,9 triliun.

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp56,3 triliun di sepanjang 2025.

Perolehan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit mencapai Rp1.895 triliun atau tumbuh 13,4 persen year on year (yoy), tumbuh di atas-rata-rata industri yang sebesar 9,69 persen. Serta didorong pendapatan bunga bersih mencapai Rp106 triliun.

Realisasi kredit Bank Mandiri tumbuh merata di seluruh segmen bisnis. Ini sejalan upaya perseroan berkontribusi untuk perekonomian nasional, ekonomi kerakyatan, serta penciptaan lapangan kerja.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.

“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan dalam konferensi pers kinerja 2025, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca juga: Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,07 Persen di 2025

Kinerja intermediasi lainnya juga solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tercatat tumbuh 23,9 persen yoy menjadi Rp2.105,8 triliun. Struktur pendanaan terjaga baik dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6 persen yoy menjadi Rp1.431,4 triliun, sehingga likuiditas perseroan tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.  

“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” imbuh Riduan.

Pun demikian dengan kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025. Ini seiring penerapan manajemen risiko yang disiplin dan selektif pada seluruh segmen pembiayaan. Tercermin, rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,96 persen di akhir 2025, yang berada di bawah rata-rata industri dan konsisten menunjukkan tren perbaikan secara gradual.

Baca juga: Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga Bank Mandiri meningkat 14,5 persen yoy menjadi Rp48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang menjaga ketahanan fundamental secara jangka panjang.

“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” ujar Riduan.

Sementara menutup 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen yoy menjadi Rp2.829,9 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

8 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

10 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

11 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

11 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

13 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

13 hours ago