Perbankan

Bank Mandiri Bakal Tebar Dividen Interim Rp9,3 Triliun

Poin Penting

  • Bank Mandiri membagikan dividen interim sebesar Rp9,3 triliun atau Rp100 per saham, sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris.
  • Hingga kuartal III 2025, laba bersih konsolidasi mencapai Rp37,7 triliun, ditopang pertumbuhan kredit 11 persen yoy menjadi Rp1.764,32 triliun, melampaui rata-rata industri.
  • DPK tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp1.884 triliun dengan rasio CASA 69,3 persen, sementara total aset naik 10,3 persen yoy menjadi Rp2.563 triliun.

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) resmi memutuskan untuk membagikan dividen interim kepada pemegang saham tahun buku 2025 sebesar Rp9,3 triliun atau Rp100 per saham.

Keputusan tersebut berdasarkan persetujuan dewan komisaris atas keputusan direksi perseroan pada 18 Desember 2025.

“Pembagian dividen interim diberikan sebesar Rp100 (per saham) atau senilai kisaran Rp9,3 triliun sesuai dengan jumlah saham beredar Perseroan sejumlah 93.333.333.332 lembar saham dan memperhatikan jumlah saham treasury Perseroan atas realisasi pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan pada saat recording date,” kata Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi, Jumat, 19 Desember 2025.

Baca juga: Bank Mandiri Dorong Inklusivitas, Perkuat Ekosistem Kerja dan Usaha Ramah Disabilitas

Adhika melanjutkan, Bank Mandiri akan mengumumkan jadwal pembagian dividen interim sesuai ketentuan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00077/01-2021 tentang Perubahan Ketentuan Pelaksanaan Pembagian Dividen Saham, Pembagian Saham Bonus, dan Pembagian Dividen Interim.

Secara kinerja, Bank Mandiri hingga kuartal III 2025 berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp37,7 triliun. Perolehan laba tersebut ditopang oleh kredit secara konsolidasi yang mencapai Rp1.764,32 triliun, tumbuh 11 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,70 persen yoy menurut data Bank Indonesia.

Baca juga: Dirut dan Direksi Bank Mandiri Turun Langsung Pastikan Kesiapan Bantuan Bencana di Sumatra

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp1.884 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Komposisi Current Account Savings Account (CASA) tetap dominan sebesar 69,3 persen, mencerminkan keberhasilan strategi dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat likuiditas.

Sementara itu, total aset konsolidasi bank berlogo pita emas ini mencapai Rp2.563 triliun atau naik 10,3 persen yoy. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

4 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

5 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

6 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

6 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

6 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

7 hours ago