Gedung kantor Bank Mandiri. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) resmi memutuskan untuk membagikan dividen interim kepada pemegang saham tahun buku 2025 sebesar Rp9,3 triliun atau Rp100 per saham.
Keputusan tersebut berdasarkan persetujuan dewan komisaris atas keputusan direksi perseroan pada 18 Desember 2025.
“Pembagian dividen interim diberikan sebesar Rp100 (per saham) atau senilai kisaran Rp9,3 triliun sesuai dengan jumlah saham beredar Perseroan sejumlah 93.333.333.332 lembar saham dan memperhatikan jumlah saham treasury Perseroan atas realisasi pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan pada saat recording date,” kata Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi, Jumat, 19 Desember 2025.
Baca juga: Bank Mandiri Dorong Inklusivitas, Perkuat Ekosistem Kerja dan Usaha Ramah Disabilitas
Adhika melanjutkan, Bank Mandiri akan mengumumkan jadwal pembagian dividen interim sesuai ketentuan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00077/01-2021 tentang Perubahan Ketentuan Pelaksanaan Pembagian Dividen Saham, Pembagian Saham Bonus, dan Pembagian Dividen Interim.
Secara kinerja, Bank Mandiri hingga kuartal III 2025 berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp37,7 triliun. Perolehan laba tersebut ditopang oleh kredit secara konsolidasi yang mencapai Rp1.764,32 triliun, tumbuh 11 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,70 persen yoy menurut data Bank Indonesia.
Baca juga: Dirut dan Direksi Bank Mandiri Turun Langsung Pastikan Kesiapan Bantuan Bencana di Sumatra
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp1.884 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Komposisi Current Account Savings Account (CASA) tetap dominan sebesar 69,3 persen, mencerminkan keberhasilan strategi dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat likuiditas.
Sementara itu, total aset konsolidasi bank berlogo pita emas ini mencapai Rp2.563 triliun atau naik 10,3 persen yoy. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More
Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More
Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More
Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More