Perbankan

Bank Mandiri Akselerasi KUR dan Penguatan Komoditas Daerah Kalbar

Poin Penting

  • Bank Mandiri memperkuat inklusi keuangan di Kalbar melalui penyaluran KUR dan kolaborasi strategis dengan KADIN Kalbar
  • Penyaluran KUR Bank Mandiri terus dipacu, termasuk dukungan lebih dari Rp570 juta kepada lima pelaku UMKM dan program KUR Kredit Program Perumahan (KPP)
  • Hingga Oktober 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp681,1 miliar KUR kepada 6.151 UMKM di Kalbar, dengan 75,71 persen mengalir ke sektor produktif.

Jakarta – Bank Mandiri terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung inklusi keuangan serta pemerataan ekonomi lintas sektor di berbagai wilayah.

Hal ini diwujudkan lewat keterlibatan aktif Bank Mandiri dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta sinergi strategis dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memperkuat komoditas unggulan daerah.

Area Head Bank Mandiri Pontianak Jimmy Vrayetno mengatakan, Kalbar memiliki potensi ekonomi besar melalui ragam komoditas lokal dan berbagai produk turunannya. Melalui pengelolaan yang tepat, bank berlogo pita emas ini optimis dapat mendorong segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal serta menjadi penggerak ekonomi berbasis kerakyatan.

Lebih jauh, kemitraan antara Bank Mandiri dan KADIN Kalbar diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif sehingga pelaku usaha di sektor prioritas dapat meningkatkan kapasitas maupun nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Baca juga: Ada Tiga Agenda Utama RUPSLB Bank Mandiri 19 Desember 2025, Apa Saja?

Akselerasi penyaluran pembiayaan ini juga menjadi bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah secara berkelanjutan, sekaligus menjaga semangat Sinergi Majukan Negeri melalui pemanfaatan layanan finansial yang adaptif.

Dalam implementasinya, Bank Mandiri baru-baru ini secara simbolis menyalurkan dukungan pembiayaan KUR kepada sejumlah pelaku usaha produktif, antara lain pada sektor perdagangan elektronik, warung sembako, pedagang daging maupun jasa angkutan di sela acara workshop pengembangan ekspor UMKM berbasis komoditas unggulan daerah yang dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Dalam kesempatan itu, Bank Mandiri menyalurkan KUR senilai lebih dari Rp570 juta kepada lima pelaku UMKM di bidang elektronik, jasa angkutan dan perdagangan.

“Langkah ini menegaskan komitmen perseroan dalam menyediakan pembiayaan yang tepat sasaran agar pelaku UMKM dapat terus tumbuh, naik kelas, dan memperluas kontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujar Jimmy dikutip Kamis (27/11).

Selain itu, Bank Mandiri juga turut memperkuat akses pembiayaan perumahan melalui program KUR Kredit Program Perumahan (KPP) dengan total plafon mencapai sebesar Rp10 miliar di Kalimantan Barat.

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem perumahan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam program nasional 3 juta rumah, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti yang memiliki multiplier effect bagi perekonomian regional.

Baca juga: Bank Mandiri Perkuat Strategi Pembiayaan untuk Sektor Energi Terbarukan

Jimmy menambahkan, Bank Mandiri akan terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diarahkan untuk menciptakan rantai nilai yang lebih kuat, meningkatkan produktivitas komoditas lokal, serta memperluas kesempatan kerja dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Dengan pendekatan yang lebih terukur dan berorientasi keberlanjutan, Bank Mandiri optimis Kalimantan Barat dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Tanah Air,” tuturnya.

Adapun hingga Oktober 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp 681,1 miliar di Kalimantan Barat kepada 6.151 UMKM.

Dari nilai tersebut, sebanyak 75,71 persen disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian, jasa produksi, industri pengolahan, dan perikanan. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

10 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

17 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

18 hours ago