Perbankan

Bank Maluku Malut Raup Laba Rp59,08 Miliar per Kuartal I-2025, Tumbuh 30,53 Persen

Jakarta – Bank Maluku Malut mencatatkan kinerja laba yang ciamik pada kuartal I-2025. Laba bersih bank yang dipimpin Syahrisal Imbar sebagai direktur utama ini per akhir Maret 2025 tercatat sebesar Rp59,08 miliar, tumbuh 30,53 persen secara tahunan (yoy) atau dari Rp45,26 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi yang dikutip Rabu, 30 April 2025, pertumbuhan laba Bank Maluku Malut terlihat ditopang oleh kombinasi peningkatan pendapatan bunga dan penurunan beban bunga yang memberikan ruang bagi perbaikan profitabilitas. Tercatat, pendapatan bunga bank ini tumbuh tipis 0,88 persen dari Rp233,93 miliar pada Maret 2024 menjadi Rp235,99 miliar pada Maret 2025.

Sementara beban bunga justru mengalami penurunan sebesar 6,10 persen dari Rp65,83 miliar menjadi Rp61,82 miliar. Penurunan beban bunga yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan pendapatan bunga ini mendorong peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 3,62 persen menjadi Rp174,18 miliar.

Dari sisi efisiensi, Bank Maluku Malut berhasil menurunkan beban operasional lainnya dari Rp109,58 miliar menjadi Rp98,59 miliar atau turun 10,02 persen secara tahunan. Hal ini berkontribusi langsung terhadap penurunan rasio BOPO dari 76,70 persen menjadi 69,87 persen. Penurunan BOPO mengindikasikan bahwa bank semakin efisien dalam menjalankan operasional bisnisnya, yang turut memperkuat profitabilitas.

Baca juga: Kinerja Intermediasi Solid, Laba Bank Sultra Naik 3,66 Persen jadi Rp418,37 Miliar di 2024

Kinerja fungsi intermediasi Bank Maluku Malut juga menunjukkan performa yang relatif baik. Kredit yang disalurkan meningkat 2,74 persen dari Rp5,41 triliun menjadi Rp5,55 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) mengalami kontraksi sebesar 3,10 persen dari Rp6,57 triliun menjadi Rp6,36 triliun.

Meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, terdapat pergeseran komposisi DPK bank ini. Giro turun tajam 29,28 persen menjadi Rp1,80 triliun, namun tabungan naik signifikan 19,52 persen menjadi Rp1,72 triliun dan deposito naik 10,03 persen menjadi Rp2,85 triliun. Rasio loan to deposit (LDR) meningkat dari 82,34 persen menjadi 87,30 persen, tetap berada dalam kisaran ideal 78–92 persen, yang menunjukkan fungsi intermediasi bank masih berjalan sehat.

Aset Bank Maluku Malut tercatat turun 6,51 persen dari Rp8,94 triliun menjadi Rp8,36 triliun pada Maret 2025. Meski demikian, penurunan aset tidak menghalangi peningkatan efisiensi penggunaan aset, tercermin dari rasio return on assets (ROA) yang naik dari 2,63 persen menjadi 3,53 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Maluku Malut mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari aset yang dimiliki.

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross naik dari 2,66 persen menjadi 3,45 persen, dan NPL net naik tipis dari 0,96 persen menjadi 1,04 persen. Meskipun mengalami kenaikan, kedua rasio ini masih berada jauh di bawah batas aman yang ditetapkan regulator sebesar 5 persen.

Baca juga: Pendapatan Bunga Moncer, Laba Bank Mayapada Tumbuh 15,70 Persen di 2024 jadi Rp25,57 Miliar

Struktur permodalan Bank Maluku Malut juga masih terjaga dengan baik, meskipun terdapat sedikit penurunan pada modal inti dari Rp1,54 triliun menjadi Rp1,45 triliun, serta rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang turun tipis dari 29,71 persen menjadi 28,99 persen. Angka CAR tersebut tetap jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh otoritas, menunjukkan bank masih sangat sehat dari sisi permodalan.

Rasio profitabilitas lainnya juga menunjukkan tren positif. Return on equity (ROE) meningkat dari 11,26 persen menjadi 15,79 persen, menandakan bahwa bank semakin efektif dalam memanfaatkan modalnya untuk menghasilkan keuntungan. Sementara itu, net interest margin (NIM) naik dari 7,48 persen menjadi 8,32 persen, mencerminkan kemampuan bank dalam mengelola aset produktifnya semakin baik. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

40 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

1 hour ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

1 hour ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

1 hour ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

2 hours ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

2 hours ago