News Update

Bank Makin Terdesak, Beralih Jadi Perusahaan IT?

Jakarta – Digitalisasi mendorong penyedia jasa untuk menerapkan digitalisasi produknya. Disatu sisi, konsumen ingin menikmati 100% kemanan dari industri keuangan yang mereka percaya dengan produk yang didigitalisasi.

Namun, tak mudah menjamin keamanan di duani digitalisasi seperti, mobile banking, pesaing fintech ( Financial technology), risiko cyber, dan ketidakpastian politik. Karena, digitalisasi hanya bisa diantsipasi dengan cara mendeteksi celah digital.

Digitalisasi juga memunculkan adanya dugaan bahwa kedepan, masa depan perbankan tak panjang, atau menjadi perusahaan IT. Nah, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan pelanggan digital, kedua operasi yang dihadapi pelanggan depan dan proses back office perlu merangkul TI sebagai inti dari perbankan masa depan.

Bukan suatu kebetulan bahwa Goldman Sachs merekayasa dirinya sebagai perusahaan teknologi. Sementara Ajman Bank adalah pemimpin dalam mencari produk, orang dan teknologi terbaik di pasar untuk menyampaikan apa yang diinginkan pelanggan, bagaimana mereka menginginkannya memberikan nilai nyata dan menciptakan sentuhan manusia yang sering hilang di perbankan modern. Bank ini dikenal menggunakan teknologi terdepan dan pengiriman pengalaman pelanggan global yang luar biasa.  Ajman Bank memulai audit pusat datanya di Northern Emirates.

Maryam Al Shorafa, VP, kepala komunikasi dan pemasaran korporat, mengatakan, telah menjadi yang terdepan dalam memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki pengalaman nasabahnya.” Kami ingin meningkatkan infrastruktur, efisiensi dan layanan pelanggan bank”ujarnya.  Dengan meninjau pusat data di jantung strateginya, Ajman mulai bekerja dengan Schneider Electric untuk menemukan cara memanfaatkan TI terbaru untuk meningkatkan penawaran keuangan end-to-end. (*)

Apriyani

Recent Posts

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

3 mins ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

29 mins ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

2 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More

2 hours ago

Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More

3 hours ago

Masjid Istiqlal Jalin Sinergi dengan Forum Pemred

Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More

4 hours ago