Bank KEB Hana; Menuju IPO. (Foto: Ria Martati).
Bank KEB Hana akan melantai di bursa setelah masuk ke kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 3. Ria Martati.
Jakarta– PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank KEB Hana), berencana melantai di bursa. Kemungkinan, bank KEB Hana akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun depan. Perseroan menargetkan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/ IPO) setelah masuk bank BUKU 3.
“Akhir tahun depan, 2016 modal kami akan ada di atas Rp 5 triliun, jadi kami akan jadi BUKU 3 di akhir 2016, dan akan go public setelah jadi BUKU 3,” ujar CFO KEB Hana, Lee Hwa Soo di Jakarta, Rabu 29 Juli 2015.
Upaya melantai di bursa tersebut untuk mempermudah bank mencari pendanaan, pasalnya, pertumbuhan kredit yang tinggi terus menggerus rasio kecukupan modal (CAR). CAR terus tergerus signifikan, jika pada 2013 posisi CAR masih di 29,2%, 2014 CAR tergerus menjadi 18,5%, kemudian menjadi 16,7% pada Juli 2015 sebelum dilakukan penyuntikan modal Rp1,3 triliun. Setelah mendapat suntikan modal tersebut bulan ini juga posisi CAR menjadi 22,5%.
Meski telah memiliki CAR di level 22,5%, dengan mempertimbangkan target Bank KEB Hana ke depan, isu permodalan menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya Bank KEB Hana menargetkan untuk tumbuh lebih tinggi lagi dan bahkan menargetkan menjadi Top 20 bank di sisi aset pada 2023, sementara saat ini masih di Top 40 bank.
Meski begitu menurutnya saat ini Bank KEB Hana belum memutuskan presentase saham yang akan dilepas.”Ada batasan sesuai regulasi ya, tapi kami pertimbangkan kebutuhan dan kondisi pasar,” kata dia.
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More
Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BNI siapkan uang tunai Rp23,97 triliun untuk kebutuhan transaksi Ramadan dan Lebaran 2026… Read More
Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More