Untuk memuluskan rencananya tersebut, KEB Hana akan membidik bisnis consumer. Ria Martati.
Jakarta– Paska memperoleh kucuran modal Rp1,3 triliun dari para pemegang saham, PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank KEB Hana) bersiap menggenjot porsi kredit konsumernya. Dalam lima tahun ke depan, Bank KEB Hana menargetkan porsi kredit konsumer terhadap total portofolio mencapai 25%. Tahun ini porsi konsumer diperkirakan masih di kisaran 2,5% dari total kredit yang ditargetkan yang mencapai Rp22 triliun. Itu artinya, Bank KEB Hana menargetkan porsi kredit konsumer naik 10 kali lipat selama 5 tahun.
” Perekonomian melambat, kami juga melambat. Tapi meski ekonomi turun, kami melihat permintaan untuk consumer banking masih tetap, jadi penambahan modal ini untuk ekspansi kredit di konsumer,” ujar CFO KEB Hana, Lee Hwa Soo di Jakarta, Rabu 29 Juli 2015.
Untuk memperkuat bisnis konsumer, Bank KEB Hana juga menunjuk Direktur baru yaitu Anthony Soewandy sebagai Direktur Consumer Business and Operation yang baru. Anthony akan efektif menjabat Direktur Bank KEB Hana setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Anthony mengatakan, untuk menggaet nasabah di segmen konsumer menurutnya Bank KEB Hana akan fokus di layanan wealth management dengan menawarkan berbagai produk seperti bancassurance dan Reksadana.
“Wealth management merupakan salah satu pilar utama dalam bisnis consumer banking, kami akan segera menyiapkan produk mutual fund, bancassurance, dan kartu kredit,” tandasnya.
Selain itu, KEB Hana juga tengah menyiapkan produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah)dan produk simpanan berbentuk bundling antara program tabungan dan deposito. Kedua produk tersebut akan diluncurkan Agustus mendatang.
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More