KB Bukopin catatkan kinerja positif di kuartal I-2023. Foto: Istimewa.
Jakarta – PT Bank KB Bukopin, Tbk (BBKP) mengumumkan pengunduran tiga pucuk pimpinannya yakni Komisaris Utama (Komut) merangkap Komisaris Independen, Wakil Komisaris Utama Independen, dan seorang Direktur.
Demikian disampaikan Corporate Secretary Bank KB Bukopin, Tias Hardi, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Jumat, 19 November 2021. Pengunduran diri para pejabat Bank KB Bukopin itu disampaikan melalui surat bernomor No. 20176/SKPR/XI/2021, No. 20175/SKPR/XI/2021, dan surat bernomor No. 20131/SKPR/XI/2021.
Berdasarkan keterangan perusahaan, dua anggota jajaran Komisaris Bank KB Bukopin yang mengundurkan diri tersebut yakni Komisaris Utama/Independen, Bo Youl Oh dan Wakil Komisaris Utama/Independen, Sapto Amal Damandari. Sedangkan direksi yang mengundurkan diri adalah Hari Wurianto selaku Direktur Kepatuhan.
“Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Bo Youl Oh selaku Komisaris Utama Independen dan Bapak Sapto Amal Damandari selaku Wakil Komisaris lndependen Perseroan pada tanggal 18 November 2021. Lalu surat pengunduran diri Bapak Hari Wurianto selaku Direktur Perseroan pada tanggal 17 November 2021,” ujarnya
Perseroan memastikan bahwa pengunduran diri para pimpinan Bank KB Bukopin tersebut, tak akan mengganggu operasional dan kegiatan usaha perusahaan. Sedangkan untuk mengisi kursi pucuk pimpinan Bank KB Bukopin tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kegiatan usaha dan operasional Perseroan tetap berjalan dengan normal sebagaimana biasa,” paparnya. (*)
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More