Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar berhasil menorehkan kinerja positif di sepanjang tahun 2021. Bank Kalbar menutup tahun dengan perolehan laba sebesar Rp413 Miliar.
Capaian ini tidak lepas dari penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiganya (DPK) yang juga tumbuh. Hingga akhir tahun, Bank Kalbar menyalurkan kredit sebesar Rp13,3 triliun, tumbuh 5,03% (year-on-year) dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, DPK yang berhasil terkumpul juga meningkat 28,6% yoy dari tahun 2020, atau menjadi senilai Rp18,6 triliun. Aset Bank Kalbar pun turut terkerek 25,3% yoy menjadi Rp23,3 triliun.
Di sisi lain, untuk total permodalan Bank Kalbar menunjukkan masih positif yakni sebesar Rp3,13 triliun hingga akhir tahun 2021. Sedangkan modal disetor tercatat mencapai Rp1,52 triliun. Lalu, untuk cadangan laba mencapai Rp1,61 triliun per 31 Desember 2021.
Direktur Umum Bank Kalbar Rokidi bersyukur atas pencapaian kinerja sampai dengan Desember 2021. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Bank Kalbar dalam meraih pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya ucapkan puji syukur Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pada tahun lalu kami bisa meraih pencapaian kinerja yang positif. Melalui raihan pencapaian kinerja ini kami mengapresiasi dukungan penuh dari stakeholder dan masyarakat Kalbar yang selalu mendukung dan memberikan kepercayaannya kepada Bank Kalbar selama ini,” ujar Rokidi pada keterangannya, 9 Januari 2021.
Untuk menggenjot pertumbuhan bisnis, Bank Kalbar juga terus melakukan inovasi menerapkan layanan berbasis teknologi atau Digital Banking. Saat ini, Bank Kalbar telah bergabung dalam program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), sehingga kartu ATM Bank Kalbar sudah dapat digunakan di mesin-mesin EDC dan ATM/CDM/CRM baik di Indonesia maupun di Negara Tetangga/Malaysia.
Berbagai fitur pembayaran juga dapat dilakukan melalui Mobile Banking Bank Kalbar antara lain untuk Pembayaran Pajak Kendaraan, Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan 9 jenis Penerimaan Pajak Daerah, Pembayaran Tagihan Listrik, PDAM dan pembayaran lainnya.
Bank Milik Masyarakat Kalbar ini juga telah memberikan layanan Cash Management System (CMS) berbasis web. Dengan layanan ini, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota dan Nasabah Corporate dapat melakukan transaksi secara non tunai. Selain itu, Bank Kalbar juga telah melaunching Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tahun lalu ini bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat proses pembayaran.
“Hingga saat ini QRIS Bank Kalbar telah terpasang di 173 Merchant yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat,” tambah Rokidi. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More