Ilustrasi: Pelayanan Bank Jateng/istimewa
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) terus berupaya meningkatkan layanan kepada nasabahnya melalui pengembangan berbagai produk digital. Apalagi di masa pandemi kebiasaan nasabah pun turut berubah seiring dengan kebutuhan transaksi perbankan tanpa bertatap muka.
Dwi Agus Pramudya, Direktur Keuangan Bank Jateng mengungkapkan, setidaknya, ada tiga hal yang dapat dilakukan Bank Jateng melalui penguatan digitalisasi. Pertama, digitalisasi diharapkan dapat menciptakan kepuasan bagi pelanggan.
“Kepuasan pelanggan bisa dilakukan dnegan menawarkan produk-produk yang user friendly. Misalnya mobile banking dengan fitur dan menu yang sangat mudah dan nyaman,” ujarnya dalam Talkshow bertajuk Branchless Banking To Support Digitalization Innovation 2021 yang diselenggarakan Infobank dengan Lintasarta, Selasa 22 Juni 2021.
Kemudian yang kedua, digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional bagi Bank Jateng namun tanpa mengurangi kontrol terhadap pelaksanaan GCG. Lalu ketiga, Pramudya menuturkan Bank Jateng akan fokus pada penggunaan big data guna analisis yang lebih cepat dan akurat dalam suatu transaksi.
“Digital banking tidak hanya melakukan otomasi terhadap transaksi yang bersifat konvensional tetapi merupakan suatu konfrehensif transaksi yang diciptakan untuk kemudahan sesuai yang diinginkan,” ungkapnya. (*) Dicky F. Maulana
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More