Perbankan

Bank Jakarta Kantongi Laba Rp520,81 Miliar di Kuartal III 2025, Tumbuh 1,46 Persen

Poin Penting

  • Bank Jakarta mencatat laba bersih Rp520,81 miliar pada kuartal III 2025, tumbuh 1,46% (yoy) berkat efisiensi biaya bunga dan optimalisasi dana murah (CASA).
  • Penyaluran kredit tumbuh solid, terutama dari segmen UMKM yang naik 16,14% (yoy) menjadi Rp6,62 triliun, sejalan dengan fokus bank pada pembiayaan inklusif daerah.
  • DPK meningkat 16,90% menjadi Rp74,23 triliun—melampaui pertumbuhan industri nasional 8,4%—sementara total aset naik 12,37% (yoy) menjadi Rp90,72 triliun.

Jakarta – Di tengah kompetisi ketat sektor perbankan daerah, Bank Jakarta sukses menutup kuartal III 2025 dengan kinerja keuangan yang solid. Per September 2025, bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu membukukan laba bersih Rp520,81 miliar, tumbuh 1,46 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp513,23 miliar.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan, kinerja positif ini merupakan hasil dari komitmen sekaligus sinergi perseroan dengan Pemprov Jakarta.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan seluruh ekosistem ekonomi kota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Agus dalam keterangan resminya dikutip 3 November 2025.

Baca juga: Maybank Indonesia Raup Laba Sebelum Pajak Kuartal III 2025 Rp1,30 T, Ini Penopangnya

Jika dirinci, kenaikan laba bersih tersebut ditopang dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 6,35 persen (yoy), dari Rp2,03 triliun menjadi Rp2,16 triliun pada September 2025.

Strategi efisiensi biaya bunga dan optimalisasi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) juga menjadi faktor utama penguatan margin laba bersih.

Adapun realisasi kredit Bank Jakarta tumbuh solid, terutama dari segmen UMKM yang naik 16,14 persen (yoy) menjadi Rp6,62 triliun. Segmen ini menjadi fokus utama Bank Jakarta dalam mendorong produktivitas ekonomi daerah lewat pembiayaan inklusif yang berdampak langsung pada sektor riil.

“Kami secara konsisten memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan risiko yang prudent, transformasi proses bisnis, dan optimalisasi digitalisasi,” tambah Basaria Martha Juliana, Direktur Keuangan & Strategi Bank Jakarta.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jakarta meningkat signifikan menjadi Rp74,23 triliun, tumbuh 16,90 persen (yoy) dari Rp63,50 triliun. Pertumbuhan DPK ini berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yang berada di level 8,4 persen yoy, menurut data Bank Indonesia.

Rasio dana murah juga naik tajam 59,85 persen (yoy). Ini menjadi penopang efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat likuiditas dalam mendukung ekspansi kredit.

Baca juga: Menengok Laju Kredit Sejumlah BPD di Kuartal III 2025, Siapa Paling Moncer?

Sementara dari sisi efisiensi, Bank Jakarta berhasil menekan beban bunga hingga 7,77 persen lewat peningkatan porsi CASA dan penyesuaian suku bunga deposito korporasi.

Sedangkan biaya operasional (OPEX) juga dikelola secara ketat melalui peningkatan produktivitas dan penyelarasan struktur biaya dengan prioritas strategis.

Menutup kuartal III 2025, Bank Jakarta mencatatkan total aset Rp90,72 triliun atau tumbuh 12,37 persen (yoy). (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Respons BSI soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun

Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More

12 mins ago

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

2 hours ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

2 hours ago

IHSG Kembali Dibuka Naik 0,36 Persen ke Posisi 8.425

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More

2 hours ago

OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More

3 hours ago