Ilustrasi Bank Jago. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencetak laba bersih sebesar Rp199 miliar pada kuartal III-2025, naik 132 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tercatat, pendapatan bunga mencapai Rp2,47 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan periode sebelumnya yakni Rp 1,41 triliun. Beban bunga juga naik RP335 miliar menjadi Rp689 miliar.
Walhasil, pendapatan bunga bersih tumbuh 64,9 persen YoY menjadi Rp1,78 triliun per September 2025, dari Rp 1,08 triliun pada periode sebelumnya.
Dari sisi intermediasi, ARTO menyalurkan kredit senilai Rp23,5 triliun, tumbuh 36 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp17,3 triliun.
Penyaluran kredit sendiri dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Hal ini tecermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang berada di level 0,4 persen atau di bawah rata-rata NPL perbankan nasional.
Baca juga: Bank Panin Kantongi Laba Bersih Rp2,19 Triliun di Kuartal III 2025
Sementara itu, pertumbuhan kredit yang sehat mendorong pertumbuhan total aset Bank Jago menjadi Rp34,5 triliun, naik 28 persen dari posisi September 2024 sebesar Rp26,8 triliun.
Sementara itu, rasio kredit terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio (LDR) berada di posisi 98 persen, dan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 32,9 persen, mencerminkan tingkat likuiditas yang sehat dan kuatnya permodalan Bank Jago untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
“Kami bersyukur dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas secara berkelanjutan. Ini terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi menyediakan produk dan layanan keuangan digital yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia, “ kata Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, dalam keterangannya, Rabu, 29 Oktober 2025.
Baca juga: Bank Kalteng Raup Laba Rp310,12 Miliar di Kuartal III 2025, Tumbuh 8,21 Persen
Ia menjelaskan, pertumbuhan kinerja Bank Jago ditopang oleh inovasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan ekosistem keuangan digital.
Tercatat, total nasabah Bank Jago mencapai 18,6 juta, termasuk 14,5 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah.
“Total nasabah ini meningkat lebih dari 4,5 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 14,1 juta nasabah,” jelasnya.
Pertambahan jumlah nasabah funding sejalan dengan penghimpunan DPK yang mencapai Rp23,9 triliun hingga akhir September 2025. Jumlah ini naik 41 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp17 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More