Jakarta – Peredaran uang palsu menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri terus meningkat. Bank Indonesia (BI) sudah melakukan antisipasi terhadap maraknya peredaran uang ini.
Kerja sama yang dilakukan BI adalah dengan menggandeng pihak kepolisian untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Kerja sama lainnya adalah dengan pihak pengadilan untuk bisa meningkatkan hukuman untuk para pelaku.
Ronald Waas, Dewan Gubernur Bank Indonesia, mengatakan, jumlah uang palsu sudah semakin banyak saat ini. Hal ini diketahui karena BI bersama polisi langsung menemukan ke percetakannya. “Terakhir, sudah ditemukan 18 ribu lembar lebih,” tambahnya ketika ditemui di sela-sela Festival Smart Money Smart City yang diselenggarakan BI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dia melanjutkan, sampai saat ini, uang palsu paling banyak ditemukan di daerah Jawa, sehingga masyarakat diminta untuk lebih waspada lagi. Untuk memastikan uang palsu atau bukan, Ronald meminta masyarakat memahami cipur (ciri-ciri keaslian uang rupiah) dengan melaksanakan 3D (dilihat, diraba, dan diterawang).
“Dilihat bagian sudut kanan, di etak dengan tinta khusus dan warnanya bisa berubah. Diraba, uang asli bahannya lebih kasar kalau uang palsu, bukan dibuat dari bahan dasar kapas,” tutupnya.(*) Indra Haryono
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More