Jakarta – Peredaran uang palsu menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri terus meningkat. Bank Indonesia (BI) sudah melakukan antisipasi terhadap maraknya peredaran uang ini.
Kerja sama yang dilakukan BI adalah dengan menggandeng pihak kepolisian untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Kerja sama lainnya adalah dengan pihak pengadilan untuk bisa meningkatkan hukuman untuk para pelaku.
Ronald Waas, Dewan Gubernur Bank Indonesia, mengatakan, jumlah uang palsu sudah semakin banyak saat ini. Hal ini diketahui karena BI bersama polisi langsung menemukan ke percetakannya. “Terakhir, sudah ditemukan 18 ribu lembar lebih,” tambahnya ketika ditemui di sela-sela Festival Smart Money Smart City yang diselenggarakan BI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dia melanjutkan, sampai saat ini, uang palsu paling banyak ditemukan di daerah Jawa, sehingga masyarakat diminta untuk lebih waspada lagi. Untuk memastikan uang palsu atau bukan, Ronald meminta masyarakat memahami cipur (ciri-ciri keaslian uang rupiah) dengan melaksanakan 3D (dilihat, diraba, dan diterawang).
“Dilihat bagian sudut kanan, di etak dengan tinta khusus dan warnanya bisa berubah. Diraba, uang asli bahannya lebih kasar kalau uang palsu, bukan dibuat dari bahan dasar kapas,” tutupnya.(*) Indra Haryono
Poin Penting OJK mencatat 1.399 unit ATM tutup, sehingga total mesin ATM, CDM, dan CRM… Read More
Poin Penting KPP dirancang khusus bagi wiraswasta dan UMKM yang sulit mengakses KPR subsidi FLPP,… Read More
Poin Penting Harga emas dalam enam tahun terakhir menunjukkan tren menguat, dari kisaran Rp600 ribu… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas targetkan 4 IPO pada 2026, seluruhnya berasal dari perusahaan kelas aset… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,60% ke level 8.921,66, turun dari pembukaan di… Read More
Poin Penting Jumlah investor pasar modal RI mendekati 21 juta SID, dengan lebih dari 9… Read More