Perbankan

Bank INA Optimistis Kinerja Perusahaan Tetap Positif hingga Akhir 2025

Poin Penting

  • Bank INA optimistis kinerja positif hingga akhir 2025, didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 20 persen.
  • Peningkatan DPK ditopang dana SAL dari pemerintah dan kolaborasi eksternal, memperkuat likuiditas serta kepercayaan nasabah.
  • Penyaluran kredit masih dijaga konservatif, menunggu dampak kebijakan ekonomi pemerintah terlihat di akhir tahun.

Jakarta – PT Bank INA Perdana Tbk (Bank INA) menatap positif kinerja perusahaan hingga akhir 2025. Optimisme ini disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Bank INA, Yulius Purnama Junaedi, di sela-sela peluncuran produk Honest Savings dengan Binadigital by Bank INA, Kamis, 16 Oktober 2025.

“Untuk DPK kita masih positif. Kredit juga positif. Saya rasa, secara keuangan, kami juga bisa lebih baik dari bisnis-bisnis memang yang kita sehari-hari kita lakukan,” ujarnya.

Yulius mengungkapkan, dana pihak ketiga (DPK) Bank INA mencatatkan pertumbuhan signifikan, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Setelah sempat menghadapi tekanan pada paruh prtama 2025, kini pertumbuhan DPK mencapai dua digit.

“Jujur untuk tahun ini DPK kami sudah jauh tumbuh lebih besar daripada tahun lalu. Jadi, minimal tahun ini (DPK) kami at least kita sudah tumbuh 20 persen,” jelasnya.

Baca juga: Tren Kucuran Dana Pemerintah, Bank INA Sebut Bisa Turunkan Suku Bunga Kredit

Menurut Yulius, ada dua faktor yang mendorong peningkatan DPK. Pertama, adanya dukungan likuiditas melalui dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang memperkuat kemampuan bank dalam menghimpun dana segar.

Selain itu, Bank INA juga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak luar untuk menarik simpanan masyarakat.

Meski pertumbuhan DPK kuat, Bank INA tetap berhati-hati dalam penyaluran kredit. Yulius menyebut, kebijakan ekonomi di bawah Menkeu Purbaya baru akan terlihat hasilnya dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Bank INA Kerja Sama dengan Kliring Berjangka Indonesia jadi Bank Penyimpan Dana Margin

Sekilas Kinerja Bank INA

Berdasarkan laporan keuangan kuartal-II 2025, kinerja Bank INA mencatat hasil positif. Aset bank tumbuh 11,26 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp25,98 triliun.

Kinerja intermediasi juga tumbuh positif. DPK bank melonjak 16,94 persen (yoy) menjadi Rp21,57 triliun. Sementara, kredit tumbuh 4,74 persen dari Rp12,94 triliun menjadi Rp13,55 triliun.

Akan tetapi, laba bersih mengalami kontraksi cukup dalam, sebesar 64,15 persen (yoy), berada di angka Rp24,69 triliun. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

OJK Siap Buka Data, Dukung Aparat Hukum Usut Dugaan Saham Gorengan

Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More

8 mins ago

BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Aktifkan Lagi

Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More

52 mins ago

Free Float 15 Persen Dilakukan Bertahap, Begini Respons AEI

Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,53 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More

2 hours ago

Misbakhun Buka Suara soal Namanya Masuk Bursa Calon Ketua OJK

Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More

2 hours ago

OJK Perluas Klasifikasi Investor Jadi 27 Jenis, Ini Rinciannya

Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More

2 hours ago