Jakarta – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus mendukung pemulihan ekonomi nasional yang terealisasikan melalui penyaluran kredit yang bersumber dari penempatan dana Pemerintah di bank-bank Himbara untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Tercatat hingga pertengahan Agustus, keempat bank BUMN yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Mandiri secara total telah menyalurkan kredit dari titipan dana tersebut senilai Rp71,05 triliun selama 3 bulan.
Bila dirinci, penyaluran kredit tersebut terbagi berdasarkan masing-masing bank dimana Bank BRI menjadi penyalur terbesar dengan nilai Rp30 triliun, lalu disusul Bank Mandiri senilai Rp26,9 triliun, Bank BNI Rp9,15 triliun serta Bank BTN senilai Rp5 triliun.
Ketua Himbara yang juga Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pihaknya di BRI selalu memantau dan mengupdate perkembangan penyaluran kredit tersebut agar sesuai dengan target Pemerintah. Dari penempatan sebesar Rp10 triliun, Bank BRI telah mampu menyalurkan kredit hingga Rp30 triliun yang bertujuan untuk mendorong perekonomian nasional.
“Realisasinya, kita terima Rp10 triliun di 25 Juni. Sampai tanggal 7 Agustus angkanya Rp30 triliun sudah tercapai tepatnya jam 11.30 WIB karena datanya online,” kata Sunarso dalam video conference di Jakarta, Rabu 19 Agustus 2020.
Sunarso menambahkan, kredit tersebut telah disalurkan kepada 716.815 nasabah. Dengan komposisi 44 persen nasabah baru serta 56 persen nasabah existing. Dirinya mengatakan, porsi terbesar dari penyaluran kredit tersebut berasal dari segmen UMKM. “Kemudian dari sisi size 70 persen usaha mikro, 30 persen usaha kecil,” kata Sunarso.
Sementara itu, dikesempatan yang berbeda Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengungkapkan realisasi penyaluran kredit PEN Bank Mandiri per tanggal 13 Agustus 2020 telah mencapai Rp26,9 triliun.
“Angka tersebut tersalurkan kepada 50.596 debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33.828 debitur atau 66,9 persen diantaranya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ucap Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar.
Dalam penyalurannya, Royke mengungkapkan, pihaknya tidak hanya menyasar debitur eksisting, namun juga debitur baru. “Bahkan dapat kami sampaikan bahwa seluruh debitur penerima pembiayaan PEN untuk segmen KUR merupakan debitur baru,” tuturnya.
Sebagai informasi, Pemerintah telah menempatkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp30 triliun di Himbara pada 25 Juni 2020 lalu. Angka tersebut dibagi rata dimana BRI memperoleh Rp10 triliun, Bank Mandiri Rp10 triliun, serta BNI dan BTN masing-masing Rp5 triliun. Dari angka tersebut, Himbara diminta melakukan leverage penyaluran sebanyak tiga kali dari dana yang ditempatkan pemerintah. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More