Dengan adanya skema rights issue tersebut, maka para pemegang saham existing yang akan menyerapnya, atau dengan kata lain tidak akan ada pemegang saham baru. “Pemegang saham utama kita masih komit untuk menambah modal,” ucapnya.
Baca juga:
Menurutnya, perseroan sebenarnya sudah melakukan private placement pada semester I tahun ini sebesar Rp50 miliar. “Ini rencananya rights issue dari tahun lalu memang begitu rencananya, cuma berubah menjadi private placement karena batal,” tukasnya.
Sebagai informasi, adapun komposisi pemegang saham Bank Harda saat ini mencapai 72,66 persen dimiliki oleh PT Hakimputra Perkasa, sementara Kwee Sinto memiliki saham 5,42 persen, sedangkan sisanya tersebar untuk publik. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Dirut BRI Hery Gunardi menegaskan belum ada pembicaraan terkait rencana pengambilalihan PNM oleh… Read More
Poin Penting Mirae Asset menilai kenaikan IHSG belum mencerminkan pemulihan kepercayaan pasar, terlihat dari net… Read More
Poin Penting Pemerintah menyiapkan anggaran THR PNS 2026 sebesar Rp55 triliun dan menargetkan pencairan pada… Read More
Poin Penting Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia terbitkan Fatwa No. 166/2026 sebagai dasar… Read More
Poin Penting Tiffany & Co adalah rumah perhiasan global berusia hampir dua abad yang kini… Read More
Poin Penting Harga emas naik signifikan dalam satu dekade: Dari kisaran Rp500 ribuan (2013) ke… Read More