Ekonomi dan Bisnis

Bank Dunia: Reformasi Bansos Percepat Kurangi Kemiskinan

Jakarta – Bank Dunia (World Bank) dalam laporan terbarunya menyatakan, bahwa integrasi program bantuan sosial (bansos) yang lebih baik dapat membantu mengurangi kemiskinan dan ketimpangan yang ada di masyarakat Indonesia.

Walaupun reformasi yang signifikan dalam bansos telah terjadi sejak 2010, namun perbaikan lebih lanjut masih diperlukan, terutama terkait dengan intervensi dan pengembangan kerangka didalam satu sistem yang ada.

Adapun beberapa capaian reformasi bansos yang sudah terlaksana yakni sistem pembayaran tunai berbasis kartu combo tunggal, alokasi ulang subsidi bahan bakar untuk memberikan bantuan langsung kepada keluarga miskin.

Lalu, perluasan program bantuan tunai bersyarat atau Program Keluarga Harapan untuk menjangkau 10 juta keluarga termiskin di Indonesia, dan perluasan program bantuan pangan non tunai untuk mendukung penyediaan bantuan pangan padat nutrisi kepada 10 juta keluarga pada akhir tahun 2018.

Kepala Pewakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A. Chaves dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu, 15 November 2017 mengatakan, reformasi yang berkelanjutan akan memastikan bahwa keluarga termiskin dapat menerima bantuan yang cakupannya lebih komprehensif.

“Sangat menggembirakan melihat upaya Indonesia dalam mengintensifkan reformasi bantuan sosial yang akan membantu negara ini terus bergerak maju di jalur pengurangan kemiskinan dan ketimpangan,” ujarnya.

Menurut datanya, hanya seperlima dari 10 persen kaum termiskin di Indonesia menerima semua program bansos pada tahun 2014, maka dari itu diperlukan reformasi lebih lanjut untuk mengurangi fragmentasi tersebut.

Selain itu, juga masih ada kesenjangan pada titik-titik penting dalam kehidupan individu dan dalam cakupan transfer bantuan sosial, termasuk tidak tersedianya pendidikan anak usia dini untuk keluarga yang memiliki anak di bawah usia sekolah.

Laporan ini merekomendasikan sistem pembaruan dua arah untuk memperbaiki penargetan dari basis data penargetan menjadi daftar penerima manfaat berbasis program, dan dari informasi berbasis program menjadi basis data penargetan untuk memfasilitasi integrasi di semua program utama bantuan sosial.

Perencanaan program juga dapat ditingkatkan, untuk memberikan manfaat pada saat dibutuhkan. Upaya pemantauan dan evaluasi yang lebih baik juga dapat mengidentifikasi kesenjangan dalam perancangan program dan lebih menerapkan implementasi berbasis bukti.

Dukungan Kelompok Bank Dunia untuk reformasi bantuan sosial di Indonesia merupakan komponen penting dalam Kerangka Kerja Kemitraan Negara Bank Dunia untuk Indonesia, yang berfokus pada prioritas pemerintah dengan dampak perubahan besar. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

MK Putuskan Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara, Ini Respons KPK

Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More

1 hour ago

OJK Blokir 33.252 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat EDD

Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More

1 hour ago

OJK: 53 Penawaran Umum dalam Pipeline, 15 di Antaranya Siap IPO

Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More

2 hours ago

Marak Joki Coretax di Medsos, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya

Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More

3 hours ago

Universal Banking di Depan Mata, OJK Soroti Tantangan Kesiapan IT Industri Perbankan

Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More

4 hours ago

IHSG Dibuka Rebound, Balik Lagi ke Level 7.000

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More

4 hours ago