Perbankan

Bank DBS Dukung RI jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di ASEAN

Jakarta – Bank DBS Indonesia menyatakan komitmennya dalam mendukung Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di ASEAN. Hal ini karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, Indonesia adalah negara yang memiliki posisi strategis dalam menentukan arah dan memajukan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta memiliki sumber daya alam melimpah dan potensi pengolahan energi terbarukan yang besar. 

Sebagai negara terbesar dalam ASEAN dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan, Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang dapat menjadi motor bagi pertumbuhan regional. 

Baca juga: Moeldoko: KTT ASEAN 2023 jadi Pengungkit Ekonomi Sekaligus Ekosistem Kendaraan Listrik

“Hal ini didukung dengan sistem finansial, perbankan, kebijakan pemerintah dan stabilitas ekonomi di dalam negeri yang membuat ekonomi Indonesia kini lebih tangguh,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Rabu (6/9).

Sebagaimana diketahui, persahabatan dan kolaborasi sepuluh negara di dalam kawasan Asia Tenggara turut memberikan optimisme pertumbuhan di kawasan ini serta menunjukkan kontribusi ASEAN terhadap pertumbuhan ekonomi global. 

Dimulai dari iklim ekonomi ASEAN yang menjanjikan, tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil ASEAN pada tahun 2022 yang mencapai 5,2%. 

Selain itu, PDB ASEAN berada di posisi kelima di antara negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, hingga Jerman. dengan mencapai US$3,3 triliun (per tahun 2021).

Kepemimpinan Indonesia di KTT ASEAN menciptakan peluang bagi kita untuk mengambil peranan dalam peralihan industri menuju arah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

“Pada acara KTT ASEAN 2023, kami bersama dengan Presiden Jokowi, kepala negara-negara ASEAN, serta para pelaku industri membahas upaya-upaya berkelanjutan yang dilakukan untuk membangun masa depan yang lebih hijau,” ujarnya. 

Pihaknya berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan berdampingan menuju percepatan ekonomi berkelanjutan yang lebih hijau dan inklusif.

Kesuksesan Indonesia dalam memimpin upaya keberlanjutan di ASEAN juga dapat memberikan dorongan positif bagi negara-negara lain dalam kawasan untuk mengadopsi praktik berkelanjutan. 

Dalam mendukung perwujudan sustainable finance yang menjadikan Indonesia sebagai motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Asia Tenggara, Bank DBS Indonesia menjalankan berbagai strategi untuk bisa merangkul lebih banyak pihak dalam perjalanan membangun ekonomi hijau. 

Dimulai dari menggencarkan pemberian fasilitas kredit berkelanjutan hingga Rp 5,5 triliun pada akhir tahun 2023, bekerja sama dengan berbagai sektor, termasuk real estat, energi terbarukan, dan industri manufaktur serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca juga: Indonesia Dorong Negara ASEAN Wujudkan Ketahanan Pangan

Hingga membentuk Indonesia Sustainability Council sebagai dewan yang membantu menjalankan strategi dan roadmap Bank DBS Indonesia dalam mengatasi isu environmentsocial, dan governance (ESG).

Adapun dalam upaya mencapai emisi nol bersih (net-zero emissions) menjelang tahun 2050, Bank DBS Indonesia juga menghadirkan solusi keuangan dan konsultasi strategis kepada seluruh pihak.

Mulai dari pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat untuk bisa bertransisi menuju lower carbon business model dan menerapkan prinsip-prinsip ESG dalam aktivitas bisnis. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

34 mins ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

57 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

60 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

2 hours ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago