Perbankan

Bank Danamon Raup Laba Bersih Rp757 Miliar di Kuartal I 2025

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) berhasil mencetak laba bersih Rp757 miliar di kuartal I 2025. Capaian tersebut didukung dengan biaya kredit (cost of credit) yang lebih rendah, dengan penurunan sebesar 11 persen year-on-year (yoy).

Dari sisi rentabilitas, margin bunga bersih (NIM) Danamon pada kuartal I 2025 adalah sebesar 7,1 persen. Tidak hanya itu, Danamon secara konsisten mencatatkan pertumbuhan pada fungsi intermediasi bisnis, tercermin dari total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp192,7 triliun, tumbuh 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini juga berlaku di sisi pendanaan. Per Maret 2025, Danamon berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga sebesar Rp151,7 triliun, tumbuh 6 persen yoy, dengan tetap menjaga kualitas aset bersamaan dengan pertumbuhan bisnisnya.

Di sisi lain, Danamon juga membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) secara konsolidasian sebesar Rp2,0 triliun.

Baca juga: Kempis! Laba BRI (Only) Triwulan I 2025 Anjlok 24,8 Persen Jadi Rp11,09 Triliun dari Rp15,03 Triliun, Apa yang Terjadi, Oh BRI?

Direktur Utama Danamon, D. Ejima, menjelaskan, di sepanjang periode tiga bulan pertama 2025, Danamon terus menjaga momentum pertumbuhannya, dengan kinerja yang baik pada sisi penyaluran pinjaman dan penghimpunan dana, serta dengan kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik.

“Dengan strategi Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial, Danamon terus berkomitmen menjadi penyedia solusi finansial terbaik bagi nasabah bersama dengan MUFG sebagai perusahaan induk, serta anggota grup dan para mitra,” ucap Ejima dalam keterangan resmi di Jakarta, 30 April 2025.

Adapun dari sisi intermediasi, pertumbuhan penyaluran kredit Danamon didorong oleh pertumbuhan dua digit pada lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution, SME Banking, dan Consumer Banking yang terlihat pada sisi penghimpunan dana, dengan pertumbuhan pendanaan granular yang stabil sebesar 6 persen YoY.

Di tengah penyaluran kredit yang terus bertumbuh, Danamon tetap memprioritaskan pengelolaan kualitas aset dan manajemen risiko dengan selalu berpegang pada prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin pada rasio loan at risk (LAR) sebesar 10,4 persen per tanggal 31 Maret 2025, lebih baik 160 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Naik 3,2 Persen, CIMB Niaga Raup Laba Rp2,2 Triliun di Kuartal I 2025

Lebih lanjut, untuk rasio NPL bruto pada waktu yang sama adalah sebesar 1,9 persen atau 30 basis poin lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. 

Meskipun kualitas kredit di kuartal pertama 2025 semakin membaik, Danamon tetap mempersiapkan pencadangan yang memadai, yang ditunjukkan oleh rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) yang mencapai 283,3 persen atau tumbuh 21,5 poin persentase dibanding tahun sebelumnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

3 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

4 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

4 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

4 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

4 hours ago