Suku Bunga BI dan Gejolak Global Tak Akan Ganggu Bisnis BTN
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memutuskan untuk tidak memberikan dividen spesial kepada pemegang saham. Padahal, tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya seperti Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank BRI memberikan dividen spesial.
Sebelumnya, tiga bank BUMN selain Bank BTN memberikan dividen spesial (special dividend) kepada para pemegang sahamnya. Dividen khusus ini akan menambah penerimaan negara dan membuat saham-saham bank BUMN menarik di mata para investor.
Asal tahu saja, bank BUMN lainnya yakni Bank BNI membagikan sebesar Rp1,36 triliun dari laba sebagai spesial dividen. Sementara itu, Bank Mandiri membagikan dividen spesial sebesar Rp4,34 triliun dan Bank BRI membagikan dividen spesial mencapai Rp3,09 triliun.
Direktur Utama BTN Maryono beralasan, keputusan untuk tidak membagikan dividen spesial karena BTN mendapat tugas untuk menyediakan rumah demi mendukung program sejuta rumah pemerintah. Apalagi BTN menilai kebutuhan rumah (backlog) untuk tahun ini masih tinggi sehingga laba ditahan akan digunakan untuk mendukung bisnis perseroan.
“Kita mendapat tugas bagaimana menyukseskan sejuta rumah. Ada potensi backlog masih besar kurang lebih 11 juta. Kita sangat concern Kementerian BUMN bahwa ingin membantu BTN mengurangi backlog ini,” ujar Maryono di Menara BTN, Jakarta, Jumat 23 Maret 2018.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BTN membagikan 20 persen dari total laba bersih di tahun 2017 sebagai dividen reguler kepada pemegang saham. Laba bersih perseroan sampai dengan akhir tahun 2017 tercatat sebesar Rp3,02 triliun sehingga dividen yang dibagikan sekitar Rp605,4 miliar.
Lebih lanjut Maryono menambahkan, bahwa laba yang ditahan Bank BTN sebesar Rp2,42 triliun dan akan digunakan untuk menambah modal perseroan. Dengan tambahan modal tersebut, diharapkan dapat menopang ekspansi kredit serta pengembangan usaha Bank BTN pada tahun ini.
Meski begitu, Maryono menyebut, nilai dividen per lembar saham sebesar Rp57,17 lebih tinggi dibandingkan dengan dividen yang dibagikan tahun lalu sebesar Rp49,45. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang berhak pada 24 April 2018 mendatang. (*)
Poin Penting Laba bersih Astra International turun 3,34% menjadi Rp32,76 triliun pada 2025, seiring pendapatan… Read More
Poin Penting Askrindo Tarakan dan HIPMI Tarakan menandatangani MoU untuk penyediaan layanan asuransi umum, suretyship,… Read More
Poin Penting Biodiesel hemat devisa Rp720 triliun dan turunkan emisi 228 juta ton CO₂ sepanjang… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,31% ke level 8.209,32 pada perdagangan sesi I, belum mampu rebound.… Read More
Poin Penting Anggota Aprindo menegaskan selalu patuh terhadap semua aturan dan prosedur lokal saat membuka… Read More
Poin Penting Bank Jambi menelusuri gangguan sistem yang menyebabkan kerugian nasabah dan menurunkan tim audit… Read More