Bank BUMN Dorong Pengembangan Sektor Pertanian di Jabar
Cianjur – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di wilayah Jawa Barat untuk menjaga ketahanan pangan. Melalui Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN, BUMN memberikan bantuan mesin pengolah kopi dan pemipil jagung bagi petani-petani di Cianjur dan sekitarnya.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, dalam keterangannya di Cianjur, Jumat, 8 Februari 2019. Menurutnya, sinergi antar perusahaan BUMN ini merupakan bagian dari upaya Kementerian BUMN untuk selalu hadir di masyarakat termasuk para petani di seluruh Indonesia.
“Sinergi ini sangat baik dan saya berharap bantuan yang diberikan oleh perusahaan milik Negara ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani dan juga menjaga ketahanan pangan di Tanah Air sehingga cita-cita bersama kita untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di dunia dapat terwujud,” ujarnya.
Untuk pengembangan pertanian di wilayah Cianjur dan sekitar, BUMN memberikan bantuan berupa 5 mesin potong rumput, 3 gerobak sorong, 1 mesin pemipil jagung, 5 mesin kupas kopi kering dan 5 mesin kupas kopi basah. Bantuan alat tersebut diserahkan oleh Bank Mandiri kepada petani.
Sementara itu, Perhutani memberikan bantuan bibit buah-buahan, Bank BNI memberikan bantuan 2 mesin pemasak gula, 1 alat sangrai kopi, 1 mesin press kopi, 1 mesin grinder kopi, 2 mesin kupas kopi basah, 2 grinding mesin kopi, 2 mesin penepung kopi, 1 kultivator dan 5 mesin potong rumput. Kemudian Bank BRI membantu 5 mesin pengupas kopi, 5 mesin potong rumput, 3 traktor kecil, 3 hand traktor, 2 mesin pencacah kopi dan 1 pompa air.
Baca juga: Oposisi Kritik Raihan Sektor Pertanian Jokowi
Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar mengemukakan bahwa, pemberian bantuan alat pengolah kopi dan jagung tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan produksi oleh para petani.
“Jika proses produksi dapat dilakukan dengan cepat dan optimal dari sisi jumlah, maka produktifitas hasil pertanian dapat meningkat dan hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani dan tentunya masyarakat sekitar,” ucapnya.
Untuk mengembangkan pertanian, lanjut dia, Bank Mandiri bersama BNI, BRI dan BTN juga mendukung produktifitas petani melalui penyaluran kredit usaha rakyat. Pada kesempatan yang sama, selain menyerahkan bantuan, Bank mandiri juga memberikan kredit usaha rakyat bagi puluhan petani sayuran, kopi, peternak dan pemilik jasa angkutan senilai Rp216 juta.
Sebagai realisasi komitmen pada tujuan pemerataan pembangunan, sepanjang tahun 2018 Bank Mandiri telah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp17,58 triliun, atau mencapai 100,11% dari target. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp3,23 triliun disalurkan ke sektor pertanian dan perikanan, Rp7,75 triliun disalurkan ke sektor perdagangan, Rp5,89 triliun ke sektor jasa produksi dan lebih dari Rp700 miliar disalurkan untuk sektor industri pengolahan. (*)
Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More
Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More
Poin Penting DPK BTN Pontianak tumbuh 11,8% menjadi Rp444 miliar pada 2025, didorong peningkatan dana… Read More
Poin Penting Perbanas Institute menegaskan komitmen transformasi dan inovasi akademik di usia ke-57 tahun untuk… Read More
Poin Penting BCA menyiapkan Rp65,7 triliun uang tunai untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah selama Ramadan… Read More
Poin Penting Bank Mandiri apresiasi perpanjangan dana SAL hingga September 2026 untuk memperkuat likuiditas dan… Read More